Menjemput 9 dari 10 Rezeki Allah

29 04 2008

Sembilan dari sepuluh rezeki itu terdapat dalam usaha berdagang dan sepersepuluhnya dalam usaha berternak.” (HR. Ibnu Manshuur)

Nabi Muhammad Saw., tanpa disadari oleh mayoritas ummatnya merupakan figur teladan terbaik dalam dunia bisnis yang sangat luar biasa. Beliau telha melakukan sebelum orang lain melakukannya. Dan yang sangat disayangkan, bahwa hanya sedikit ummatnya yang mengkaji bagaimana siroh Rasul dalam dunia bisnis (berdagang).

Prinsip Sukses Seorang Entrepreneur menurut Rhenald Kasali, yang terdapat dalam diri Rasul :

  1. Reputasi. Muhammad Saw sejak usia muda telah membangun reputasi sebagai orang yang terpercaya dengan personal brand al-Amin (Orang yang terpercaya). Beliau terkenal jujur , menepati janji, dan menghindari konflik. Karena terpercaya , beliau pernah dimintai pendapat oleh para pemuka Quraisy yang sedang berselisih paham tentang siapa yang paling berhak mengangkat hajar aswad. Beliau bisa memberikan solusi terbaik.
  2. Tumbuh dari bawah. Muhammad Saw adalah entrepreneur sejati yang memulai upaya magang (internship) sejak usia 12 tahun pada usaha pamannya. Pada usia 17 tahun, beliau mulai mandiri menjalankan usaha dagang kecil-kecilan di lingkungan kota Makkah. Beliau benar-benar tumbuh dari bawah dengan keadaan yang juga serba kurang.
  3. Konsentrasi. Muhammad Saw memutuskan karier sebagai pedagang sejak usia 17 tahun karena ingin meringankan beban keluarga pamannya. Beliau berkonsentrasi menjual pakaian danbarang kebutuhan lainnya yang dibeli di pasar, kemudian menjualnya kembali. Dari pengalaman ini , Muhammad Saw memiliki skill dan knowledge soal produk dan mutunya. Beliau memberikan added value (nilai tambah) dengan terobosan praktik berjualan yang menyenangkan banyak orang.
  4. Anti kerumunan. Muhammad Saw dalam prosesnya bertumbuh sebagai entrepreneur profesional, tahu benar bagaimana memenangkan pasar. Beliau melakukan apa yang orang tidak lakukan. Cara berdagang yang berorientasi pada konsumen merupakan cara berdagang yang tidak biasa diterapkan oleh bangsa arab.
  5. Modal hanya pelengkap. Muhammad Saw memulai modal dari nol karena awalnya hanya membantu usaha dagang pamannya. Dalam hal beliau memutuskan karier sebagai pedagang, beliau memulai dari modal pas-pasan. Cara berdagangnya menarik simpatik banyak orang. Kemudian datanglah banyak investor, yaitu janda-janda kaya dan anak yatim yang tidak sanggup mengelola dananya sendiri. Terjadilah kerja sama dengan sistem bagi hasil (mudharobah). rck

(Referensi : Muhammad SAW is a Great Entrepreneur. Muslim Kelana)


Aksi

Information

One response

15 12 2008
ikhsan

Assalamuaikum….pagi luar Biasa Perjalanan interprener nabi Muhammad saw.perlu kita ikuti…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: