Harus jadi orang kaya

3 04 2008

Kasihan bener jadi orang miskin. Semua serba sulit, tidak punya kemampuan untuk menyesuaikan dengan tuntutan lingkungan. Ketika datang tuntutan kebutuhan hidup pribadi maupun keluarga, sudah dapat dipastikan tinggal pasrah dengan nasib. Karena biasanya salah satu sifat orang miskin itu berpikir jangka pendek, sulit untuk berpikir rencana dan target jangka panjang. Bahkan kalau ditanya apa sebetulnya kebutuhan hidup diri dia dan keluarga , juga bingung membedakan mana kebutuhan dan mana yang keinginan.

Tertegun dan empati melihat kondisi salah seorang tetangga yang tergolong keluarga muda dengan hidup yang serba kekurangan. Suaminya cuma kerja bantu2 jadi marbot musholla yang dapat honor 300rb/bulan, istrinya di rumah, dengan tanggungan anak 2 orang ( 3 dan 5 tahun). Sebelumnya si suami kerja juga jadi satpam komplek, tapi habis itu mengundurkan diri, dan sekarang lebih banyak nganggur dan cari pelarian main togel. Na’udzubillah rajin bantu2 musholla jadi muadzin dan sholat jamaah tapi main judi. Alasannya buat untung2an cari uang tambahan keluarga. Belum lama ini, istrinya jatuh sakit keras (Diabetes kronis dan liver, 2 penyakit yang saling kontradiktif pengobatannya) di bawa ke banyak rumah sakit tapi di tolak karena tingkat penyakitnya sudah parah, dan harus dibawa ke rumah sakit khusus dengan alat medis yang memadai. Karena kemampuan ekonomi yang sangat kurang, akhirnya masuk ke rumah sakit Polri. setelah sebelumnya mengurus surat keterangan keluarga miskin. Ternyata surat keterangan miskin itu betul-betul sangat ironis, yang pertama hanya berlaku untuk 3 hari dan harus terus diperpanjang selama sakit, kedua kalau belum sakit gak bisa dibuat, ketiga di rumah sakit berkeliaran calo surat keterangan miskin yang cari mangsa, keempat SKK miskin itu cuma bisa menutupi biaya inap saja, tapi biaya obat harus ditanggung pasien. Untuk nebus resep obat saja dalam 3 hari di rawat sudah habis 4juta-an. Ada kejadian yang sangat menyedihkan, betapa pelayanan kesehatan di rumah sakit di negeri ini sangat minim rasa kemanusiaannya. Si suami tetangga saya itu diminta menebus resep seharga 1,015 juta. tapi cuma punya uang 1juta saja di kantung, kurang 15ribu. Sama yang jaga di apotik Rumah sakit, ngotot tidak akan memberikan obat walaupun kurang 15ribu dengan ancaman kalau tidak ditebus semua, akan dipanggil polisi. AstaghfirulLah. Akhirnya ajal menjeput istrinya lebih dahulu, sehingga resep obat terakhir itu tidak jadi ditebus. Pulang membawa kesedihan yang sangat mendalam karena harus kehilangan seorang istri dan ibu bagi anak2nya yang masih kecil-kecil, serta dibayang-bayangi hutang jutaan untuk menutupi biaya obat selama dirawat.

Ada banyak sekali alasan untuk jadi orang kaya…., terus berjuang karena Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum, kalo kaum itu tidak merubah keadaan dirinya sendiri !!!


Aksi

Information

One response

6 05 2010
fariella

yuuukk mari jadi kaya dan barokah….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: