Merajut Tali Kesabaran dalam Keluarga

25 12 2008

Pada zaman Khalifah Al-Manshur, salah seorang menterinya,

Al-Ashma’i,melakukan perburuan. Karena terlalu asyik mengejar hewan buruan,
ia terpisah dari kelompoknya dan tersesat di tengah padang sahara.

Ketika rasa haus mulai mencekiknya, di kejauhan ia melihat sebuah kemah.
Terasing dan sendirian. Ia memacu kudanya ke arah sana dan menemukan
penghuni yang memukau: wanita muda dan jelita.
Ia meminta air. Wanita itu berkata, “Ada air sedikit, tetapi aku persiapkan
hanya untuk suamiku. Ada sisa minumanku.
Kalau engkau mau, ambillah”.

Tiba-tiba wajah wanita itu tampak siaga. Ia memandang kepulan debu dari
kejauhan. “Suamiku datang,” katanya. Wanita itu kemudian menyiapkan air
minum dan kain pembersih. Lelaki yang datang itu lebih mudah disebut “bekas
manusia”. Seorang tua yang jelek dan menakutkan. Mulutnya tidak
henti-hentinya menghardik istrinya. Tidak satu pun perkataan keluar dari
mulut perempuan itu. Ia membersihkan kaki suaminya, menyerahkan minuman
dengan khidmat, dan menuntunnya dengan mesra masuk ke kemah.

Sebelum pergi, Al-Ashma’i bertanya, “Engkau muda, cantik, dan setia.
Kombinasi yang jarang sekali terjadi. Mengapa engkau korbankan dirimu untuk
melayani lelaki tua yang berakhlak buruk”.

Jawaban perempuan itu mengejutkan Al-Ashma’i, “Rasulullah bersabda, agama
itu terdiri dari dua bagian: syukur dan sabar. Aku bersyukur karena Allah
telah menganugerahkan kepadaku kemudaan, kecantikan, dan perlindungan. Ia
membimbingku untuk berakhlak baik. Aku telah melaksanakan setengah agamaku.
Karena itu, aku ingin melengkapi agamaku dengan setengahnya lagi, yakni
bersabar.”

Empat bidang kesabaran. Kesabaran bisa melahirkan keajaiban. Salah satunya tergambar dalam kisah di atas. Dengan kesabaran, wanita cantik tadi mampu berbakti kepada suaminya yang berakhlak buruk. Sesuatu yang terkadang sulit dicerna oleh rasio.

Tidak diragukan lagi, kesabaran adalah satu pilar penting dalam pernikahan
setelah lurusnya niat. Langgeng tidaknya sebuah pernikahan sangat ditentukan
oleh seberapa jauh tingkat kesabaran yang dimiliki suami istri.
Makin banyak bekal kesabaran yang dimiliki, maka akan makin kokoh pula
bangunan pernikahan yang dijalani. Tapi makin sedikit kesabaran yang dimiliki, maka makin besar pula kemungkinan hancurnya sebuah pernikahan.

Demikian pentingnya sabar dalam pernikahan, ada orang mengatakan, “Bila
sebelum nikah kesabaran kita hanya satu, maka setelah nikah kesabaran kita
harus seratus.” Pertanyaannya, kesabaran seperti apa yang harus kita miliki
dalam menjalani pernikahan?

Ada empat macam bidang kesabaran. Pertama, sabar menghadapi kekurangan
pasangan. Pernikahan adalah kesimpulan terakhir setelah seseorang
mempertimbangkan semua kekurangan dan kelebihan pasangan. Tidak pada
tempatnya bila setelah menikah seorang suami mengeluhkan kekurangan yang ada
pada istrinya. Demikian pula sebaliknya. Masing-masing harus menerima
kekurangan atau kelebihan pasangannya dengan penuh kesabaran. Pernikahan
adalah sarana untuk saling melengkapi, bukan untuk saling mengalahkan (QS
An-Nisa <4>: 1).

Salah satu hakikat sabar dalam pernikahan adalah menghilangkan keluh kesah
pada saat tidak enaknya menghadapi segala kekurangan. Tidak ada keluh kesah
selain pada Allah SWT. Karena itu, Rasulullah SAW mengingatkan bahwa siapa
saja yang menikah karena ketampanan atau kecantikan, maka satu saat rupa
tersebut akan menghinakannya. Kecantikan dan ketampanan itu temporer
sifatnya, tidak langgeng. Ketika belum menikah, pasangan kita begitu cantik,
tapi setelah punya anak maka kecantikan itu akan semakin menurun untuk
kemudian hilang sama sekali setelah tua. Tanpa adanya kesabaran, sebuah
rumahtangga tidak akan bertahan lama.

Kedua, sabar menghadapi godaan. Rumah tangga itu laksana perahu. Untuk
mencapai pula kebahagiaan di syurga, perahu itu harus berlayar mengarungi
luasnya samudera masalah. Indahnya pernikahan analog dengan indahnya pantai.
Namun jangan lupa, siapa saja siapa yang bertolak dari pantai untuk
menyeberangi lautan, maka ia akan menemukan ganasnya ombak. Siapa saja yang
tidak membawa bekal dan persiapan yang matang, tidak mustahil bahtera
rumahtangganya akan karam ditelan gelombang.

Nikah adalah ikatan yang teramat suci lagi kuat, mitsaqan ghalidza, sehingga
jangan dinodai dengan saling menyakiti. Dalam Alquran, kata mitsaqan
ghalidza dipakai untuk menyebutkan ikatan antara Allah dengan rasul-Nya.
Tidak akan pernah sukses seorang suami yang sering menyakiti istrinya. Walau
awalnya bergelimang harta, sukses dalam karier, tapi pada suatu saat ia akan
menemui kehancuran. Begitu pula seorang istri yang tidak taat dan selalu
menyakiti suaminya, hidupnya tidak akan berkah dan bahagia.

Karena itu, suami istri harus punya komitmen untuk saling setia. Inilah
hakikat mitsaqan ghalidza. Sehingga, menjaga tali pernikahan agar tetap
kokoh adalah jihad akbar. Arasy’ tidak akan berguncang saat seseorang
meninggalkan shaum wajib, tidak akan berguncang saat seseorang lalai dalam
shalat, namun ia akan berguncang tatkala sepasangan suami istri memutuskan
untuk bercerai.

Pernikahan itu menandai bersatunya darah daging suami dan istri.
Karena sudah bersatu, maka tidak mungkin lagi ada rahasia. Syurga bisa
terbuka karena pernikahan, dan neraka pun bisa terbuka lebar karena
pernikahan.
Orang yang menyayangi istri atau suaminya, mereka akan disayangi Yang Maha
Penyayang. Rasulullah SAW bersabda, “Orang-orang yang kasih sayang
(al-rahimun) akan dikasihsayangi oleh yang Mahakasih Sayang (Al-Rahman).
Karena itu kasih sayangilah manusia dibumi maka Dia yang di langit akan
kasih-sayang kepadamu”.

Ketiga, sabar menghadapi kekurangan dan keterbatasan rezeki. Berapa pun
rezeki yang kita dapat, kita harus mampu mensyukurinya. Dengan syukur itulah
Allah akan menolong rumahtangga kita dan melipatgandakan rezeki yang kita
dapatkan. Allah SWT berfirman, Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami
akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka
sesungguhnya adzab-Ku sangat pedih (QS Ibrahim <14>: 7).

Keempat, sabar menghadapi keluarga dari pihak suami atau istri. Dalam sebuah
hadis, Rasulullah SAW mengungkapkan bahwa pernikahan itu mengawali
bertemunya dua keluarga besar. Karena pertemuan dua keluarga, maka yang
nikah bukan aku, tapi kami. Berkaitan dengan hal ini, Imam Syafi’i
menganjurkan agar orangtua memilihkan jodoh untuk anaknya, dengan catatan
anaknya harus saling mencintai.

Siapa pun yang akan menikah, maka ia harus siap punya ayah dua dan ibu dua.
Ia pun harus siap menghormati mertua sebagaimana menghormati kedua
orangtuanya.
Sabar adalah sebuah keniscayaan. Karena itu, dalam QS Az-Zumar ayat 10,
Allah SWT menjanjikan pahala luar bisa bagi orang yang sabar, Sesungguhnya
hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa
batas.
Wallahu a’lam.

(sumber : email from friend)





Sabar dan Syukur itu yang Terbaik

29 02 2008

Sabar dan syukur ibarat dua sisi mata uang yang tak dapat dipisahkan. Semua keadaan adalah yang terbaik untuk kita. Baik menurut pandangan mata kita belum tentu baik menurut Allah. Buruk menurut pandangan kita, belum tentu buruk menurut Allah. So.. enjoy this life. Kaya salah satu iklan rokok : ” Kegagalan adalah enjoy yang tertunda “ (catt : murni ambil positifnya aja).

Umar bin Khattab r.a. berkata , ” Andaikan diberikan dua macam kendaraan kepadaku, yang satu kendaraan syukur dan satu lagi kendaraan sabar, maka aku tidak peduli kendaraan mana yang akan aku tunggangi. ”

Datang seorang wanita berkulit hitam menemui RasululLah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam seraya berkata, “Aku adalah penderita sakit ayan dan aku ingin sembuh. Maka berdo’alah kepada Allah untuk kesembuhanku.” , Beliau bersabda , ”Jika engkau menghendaki, maka engkau bisa sabar dan kelak akan masuk surga, dan jika engkau menghendaki, aku bisa berdo’a kepada Allah bagimu agar Dia menyembuhkan penyakitmu.”
Wanita itu berkata, ”Tidak. Aku lebih suka bersabar. Maka berdo’alah kepada Allah agar aku tidak perlu disembuhkan.” Maka Rasulullah berdo’a untuk wanita itu.

Untuk ayahanda yang masih terbaring sakit, semoga pilihan sabar adalah jalan yang terbaik bagimu untuk kemudahan memasuki surga-Nya. Aamiiin (rck)





Kekayaan paling mahal : Kejujuran

1 02 2008

Suatu hari, Amirul Mukminin – Umar bin Khattab r.a. (Khulafur Rasyidin kedua), melakukan inspeksi rutin seorang diri. Seperti biasa ia mengamati perkembangan kondisi ummat muslimin tanpa menunjukkan dirinya sebagai seorang amir. Ia melalui suatu daerah perbukitan yang biasa digunakan untuk menggembalakan domba.

Umar bertemu dengan seorang anak yang sedang menggembalakan domba-domba yang jumlahnya cukup banyak. Umar bertanya, “Domba-domba ini milik siapa ?” Anak itu kemudian menyebutkan nama majikannya dan ia menceritakan bahwa sehari-hari ia biasa menggembalakan domba sejak pagi lalu sorenya domba-domba itu dikembalikan ke kandangnya. Umar bertanya, “Kelihatannya domba-domba ini banyak jumlahnya, apakah si pemilik domba ini tahu berapa jumlah domba miliknya ini ?”. Si penggembala menjawab, “Tidak tahu , dan tidak terlalu memperhatikannya.”, “Bagaimana kalau aku beli satu ekor saja dari sekian banyak domba-domba ini…..” kata umar sambil menyebutkan jumlah uang yang dikeluarkannya untuk membeli domba. Anak itu berkata , “Tidak bisa! Saya belum memberi tahu majikan saya!” Umar berkata, “Bukankah kalau hanya hilang satu saja dari sekian banyak domba ini tidak akan ketahuan oleh majikanmu?. Sudahlah jual saja domba itu kepadaku, dan uangnya dapat kau gunakan untuk keperluanmu, bagaimana ?. ” Anak itu berkata, “Lalu, kalau begitu Allah dimana? Bukankah Allah Maha Melihat! Tidak , aku tidak akan menjualnya!!” Umar pun tersenyum ketika mengetahui kejujuran anak tersebut dan pergi meninggalkannya.

Esok harinya, anak gembala tersebut dipanggil untuk menghadap Amirul Mukminin. Alangkah kagetnya anak itu ketika ia melihat ternyata orang yang ia temui kemarin, adalah seorang amir, pemimpin kaum muslimin. Hari itu, Umar menghadiahkan kepada gembala itu sejumlah uang seharga seekor domba atas kejujuran anak tersebut.

Beranikah anda jika saat ini sedang berada pada posisi “basah” ditempat kerja anda, disaat kebutuhan hidup begitu mendesak, terus terngiang-ngiang keluarga dirumah yang berharap banyak dari hasil kerja kita. Akan tetapi kita ditakdirkan saat ini hanya dapat memberikan sedikit dari yang diharapkan. Kemudian dari dalam diri kita terdorong keinginan untuk mencuri kesempatan : mengambil sesuatu yang bukan hak kita. Dengan kebesaran hati kita, yang didasari keimanan yang masih melekat, berani berkata dengan lantang kepada diri sendiri dan orang disekitar kita : “ Tidak !!!”. Tidak untuk semua bentuk pengkhianatan terhadap eksistensi keimanan kita, dan investasi kepercayaan orang lain kepada kita. Harga diri dan integritas kita terlalu mahal untuk ditukarkan oleh kenikmatan yang hanya sesaat. Walaupun hanya sedikit ataupun tak ada orang yang tahu, tapi ingat bahwa Allah Maha Tahu. Dedicated to : me and all my friend’s everywhere. InnalLaaha ma’a ash Shobirin – Sesungguhnya Allah bersama dengan orang-orang yang shabar. (rck)





TIPS & TRIK SEHAT ALA RASUL

17 01 2008

Kesehatan selain merupakan nikmat ALLAH yang diberikan kepada hambaNya , juga merupakan salah satu kebutuhan yang sangat penting bagi manusia.Tanpa adanya kesehatan mustahil bagi kita untuk melaksanakan tugas kita sebagai hamba Allah, dan yang terpenting dalam melaksanakan ibadah kepada ALLAH. Sebagai Qudwah hasanah, Rasulullah SAW senantiasa memberikan contoh terbaik untuk kita semua, ummatnya. Begitupun dalam masalah kesehatan . Selama hayatnya Rasulullah SAW hanya dua kali mengalami sakit (Hayatu Muhammad, Dr. Haikal Pasya). Pertama beliau pernah mengalami sakit kepala ketika kembali dari makam pahlawan di Baqi’, dan Kedua, beliau pernah menderita sukar tidur dan demam panas beberapa hari sebelum wafat.
Walaupun hanya dua kali sakit, rasulullah sendiri masih tergolong manusia yang sangat sehat lahir-batin dikarenakan sangat peduli dalam kesehatan, adapun beberapa faktor yang menyebabkan seperti yang beliau contohkan adalah :

 Selalu bangun sebelum shubuh
Sebagaimana Rasulullah bersabda,”Shalat Shubuh tepat pada waktunya lebih baik daripada dunia dan seluruh isinya.”(Al Hadist). Adapun keuntungan yang dimaksud adalah badan sehat, otak cerdas, penghidupan yang lapang serta mendapat kebaikan dunia dan akhirat.

 Aktif menjaga kebersihan
Beliau senantiasa menjaga pakaiannya tetap bersih dan rapih, tak pernah ada bintik-bintik hitam atau kuning pada serbannya, sedang gamisnya selalu bersih, walaupun beliau hanya tak lebih memiliki dua salinan. Beliau menganjurkan untuk menjaga kesehatan gigi, beliau bersabda,”Gosoklah gigimu berulang-ulang, sebab hal itu membersihkan mulut dan disukai ALLAH.”, karena kebersihan merupakan sebagian dari Iman.

 Tak pernah makan banyak
Sebagaimana sabdanya,”Kami adalah kaum yang tidak akan makan sebelum merasa lapar dan bila kami makan tidak penah kekenyangan.”, Sekali setahun Umat Islam diwajibkan berpuasa bukan hanya untuk mencapai ketakwaan, tetapi juga sebagaimana sabda Rasulullah,”Berpuasalah kamu supaya sehat tubuhmu.”(HR. Buchari).

 Gemar berjalan kaki
Insya Allah banyak manfaatnya, Rasulullah mencontohkan beliau berjalan kaki mengunjungi Baqi’ sekitar tiga kilometer dari pusat Madinah, baik pada waktu panas terik maupun malam. Beliau tidak suka hidup manja.

 Tidak pemarah
Siapa yang tidak pemarah, hatinya akan tentram. Sebab itu, siapa yang ingin nasihat, hendaklah meneladani Rasulullah, Jika rasa marah timbul, segera dihilangkan dengan:
• Mengubah gerakan, jika marah ketika berdiri hendaklah langsung duduk
• Segeralah berwudhu
• Megerjakan shalat sunnah dua rakaat

 Selalu bersikap optimis dan tak pernah putus asa
Betapa hebat kesulitan yang dialami Rasulullah ketika memulai da’wah di Makah. Ditengah-tengah kesulitan yang kian membelit, pada tiga tahun pertama, beliau hanya berhasil memperoleh 13 orang pengikut, namun beliau tetap optimis.

 Tak pernah Iri Hati
Kita sebagai umat Islam hanya diperbolehkan bersikap iri, dalam dua hal, sabda Rasul,”Tak boleh bersikap iri kecuali dalam dua hal. Pertama, terhadap orang yang memiliki kekayaan dan dipergunakan kekayaan itu untuk menegakkan yang haq. Kedua, terhadap orang yang memiliki pengetahuan dan rajin menyebarkan pengetahuannya kepada orang banyak.”(HR. Buchari).





Ayo Berantas Kemiskinan !!!

16 01 2008

Kisah sedih di hari Jum’at. Setelah sholat jum’at pekan kemarin, musholla dekat rumah didatangi seorang pemuda dewasa yang berlagak seperti dan ternyata memang maling. Orang asing itu mencoba membongkar kotak amal yang isinya uang sejumlah enam puluh ribu rupiah. Karena sulitnya untuk merusak gembok yang mengunci kotak amal tersebut, lalu ia berusaha mengambil jam dinding. Tidak sampai jam dinding musholla diambil, datanglah marbot musholla tidak disengaja masuk ingin ke kamar mandi musholla. Betapa kagetnya marbot musholla memergoki ada orang asing didalam musholla, padahal seharusnya tidak ada sholat setelah sholat jumat bagi laki-laki setelah bubaran. Orang asing itu terlihat dengan gelagat mencurigakan berusaha untuk sembunyi. Langsung saja dengan spontan, marbot musholla teriak “ngapai loe di dalem?!”, tidak pakai lama orang asing itu langsung kabur berusaha lari lewat jendela yang telah dicongkelnya. Dan terus lari, dikejar marbot musholla sambil berteriak “Maling !!!”. Sungguh malang nasib orang asing itu lari tanpa membawa hasil, malah kepergok dan ketangkap polisi yang kebetulan sedang patroli, plus berikut hantaman dan pukulan massa yang berusaha menangkap dan menghakimi orang asing itu. Sudah bisa ditebak, bagaimana rumusnya : ada orang asing ketangkap (+) dipukuli massa (+) dibawa ke kantor polisi (=) babak belur. Pengurus musholla dan warga tidak habis pikir, orang jaman sekarang banyak yang berpikir pendek mengambil jalan pintas untuk mendapatkan uang. Yang tertangkap adalah pemuda dewasa yang secara penampilan rapih dan bertubuh besar gagah, tetapi nekat mengambil resiko yang begitu besar, hanya untuk mendapatkan uang di kotak amal yang tidak seberapa jumlahnya. Mengapa tidak mencari pekerjaan lain yang halal, mengapa harus menjadi maling ?. Walaupun pada faktanya : dari dulu yang namanya sendal jepit saja bisa hilang karena ada malingnya, apalagi kotak amal. Sampai keluar slogan : “Jangan tukarkan iman anda dengan sepasang sandal”. AstaghfirulLah betapa menyedihkan kondisi ummat ini : Obral iman…. obral iman…. siapa mau ?

Kisahnya tidak berhenti sampai disitu. Maling itu dibawa polisi, beserta ketua dan marbot musholla sebagai saksi, plus kotak amal sebagai barang bukti. Akhirnya kotak amal tidak jadi dibawa, cukup difoto untuk jadi bukti. Dari pihak musholla berharap setelah maling itu dibawa ke kantor polisi masalah dapat tuntas, setidaknya untung bagi warga, salah satu pelaku kejahatan berhasil ditangkap. Ternyata tidak seindah yang diharapkan, uang kotak amal sejumlah Rp 60.000,-an berhasil diselamatkan, tapi uang pengurus musholla justru harus keluar sebesar Rp 125.000,- karena kejadian usaha pencurian tersebut. Rinciannya : Rp 100.000,- diminta polisi untuk administrasi laporan pencurian, Rp 25.000,- untuk ongkos perjalanan pengurus musholla ke kantor polisi. Kesimpulannya : bukannya untung malah buntung. AstaghfirulLah al ‘adzim.

3d0561.gifPelaku maling buntung ketangkap polisi, pengurus musholla buntung uangnya terpakai lebih besar dari yang hampir hilang, polisi untung atau buntung ya ?……, tapi yang jelas polisi sudah lama buntung karena untuk memenjarakan penjahat saja tidak punya uang yang cukup untuk memberi makan penjahat dan mencukupi biaya administrasi (prasangka tidak berdosa.. he..he..he…). Pak polisi ngomong sama malingnya : gak punya otak ngambil barang milik Tuhan.., tapi dalam hati saya mau ngomong juga sama Pak polisi : gak punya perasaan minta uang sama pengurus tempat ibadah Tuhan. Kuacian deh semuanya….. korban ironi negeri ini. Yang penting ingat pesan bang Napi : ” Waspadalah !!!….. waspadalah !!!…”

PR buat pembelajar sejati : Ayo kita berantas kemiskinan yang telah banyak menyengsarakan ummat : miskin iman, miskin harta, miskin rasa malu, miskin nyali, dan anak-cucu miskin lainnya !!!. Tangan diatas lebih baik daripada tangan dibawah “(rck)





Kegagalan ternyata Hiburan

2 01 2008

Sepenggal dari kisah nyata : Pernah mengalami putus harapan karena ditolak calon ……… ?, tinggal bilang ama abang siapa yang berani nolak ?. Apa benar seorang “muslimah sholehah” lulusan kampus negeri ternama seleranya tinggi sampai tidak mau menikah sama ikhwan (tulang punggung dikeluarganya karena sudah mandiri secara ekonomi) yang cuma lulusan SMA ?. Sampai pakai cari-cari alasan menolak : karena orang tua ragu-ragu memberikan SIM (Surat Ijin Menikmati), karena kaitan sama pekerjaan tetap, atau alasan lainnya. Untungnya si Ikhwan cuma sakit hati gak sampai sakit gigi. Semangatnya tidak pupus karena ditolak lamarannya. Bagi dia kegagalan adalah hiburan…, soalnya setiap dia cerita ke sahabat-sahabatnya diiringi dengan senyuman dan canda tawa (mudah2an masih waras…., he..he..he…).

Kegagalan adalah penolong sekaligus menjadi guru pertama kita. Apa yang kita pelajari dari kegagalan ?,kita belajar secara GRATIS!, tentang pentingnya kesabaran, harapan, dan perjuangan. Bayi (balita) yang dalam masa pertumbuhan menjadi seorang anak, adalah contoh pembelajaran yang sangat baik. Dimulai dari bagaimana bayi yang belajar untuk tidur tengkurap, setelah bisa berlanjut belajar guling-guling, merayap dan merangkak, setelah bisa jalan merangkak berlanjut belajar duduk. Apakah berhenti sampai disitu?…, tentu tidak karena Allah Swt. telah memberikan ilham dan kesempatan yang sama bagi setiap bayi untuk belajar tumbuh dan berkembang, kecuali dengan kehendak-Nya. Lalu apalagi setelah bisa duduk?, mereka lanjut belajar untuk berdiri. Jatuh-bangun dibuatnya (saking dramatisnya), adalah makanan sehari-hari bagi balita yang mulai belajar untuk berdiri. Pernahkah terbayang kalau ada balita yang menyerah karena belum berhasil untuk berdiri ?…, jawabannya : bisa jadi pedagang sepatu dan sendal rugi karena jualannya tidak laku (karena banyak orang dewasa yang tidak bisa berjalan apalagi berdiri diatas kakinya sendiri) he..he..he…

Tapi pada kenyataanya setiap balita (sunnatulLah pada umumnya) pada tahap pertumbuhannya terus lanjut belajar sampai bisa berdiri, berjalan, melompat, hingga berlari. SubhanalLah itulah salah satu bukti kekuatan penolong yang Allah berikan kepada hamba-hamba-Nya. So…don’t ever give up my friend!.

Itulah ilustrasi tentang guru kehidupan pertama kita : belajar dari kegagalan. Kegagalah adalah kunci kesuksesan. Kesuksesan besar dibangun dari kesuksesan-kesuksesan kecil yang telah melalui berbagai kegagalan kecil dalam rentang perjalanannya. Ibarat dua sisi mata uang yang tak dapat terpisahkan : Kegagalan-Kesuksesan.

Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. “ (QS Al Insyiroh: 5-6 )

Sebagai catatan penting, yang perlu diketik Bold; Underline dan “Tanda Petik” : “Seorang pembelajar sejati pantang untuk jatuh dilubang yang sama dua kali“. Karena apa ?…, karena kegagalan itu pelajaran penting yang harus diambil hikmahnya, untuk jadi pedoman melihat masa depan. Bukan buat sekedar main-main, apalagi jadi bahan lelucon.

Terkadang kita sudah berpikir amazon duluan (saking buruk sangkanya lebih parah dari su’udzon, he..he…he..) ketika menghadapi kegagalan. Sampai-sampai mau gantung diri di pohon toge (na’dzubilLah,..btw emangnya bisa?). Percaya : bahwa dunia belum akan kiamat karena kegagalan yang kita hadapi. Mati satu tumbuh seribu…, ditolak sekali cari lagi…., cerai satu kawin lagi…, gitu aja repot!?.

What’s next ?… up to u

>Keep Smiling and Fighting !!!

>>coz Allah always with u

>>>Selamat datang kesuksesan !

(rck)





Untuk orang tua kami

31 12 2007

Tidak seperti biasanya, pagi hari itu semua agenda diluar rumah dicancel, hanya untuk satu alasan besar dan mendasar. Juga tidak seperti biasa, lebih merapat ke tujuan hidup (mengutip istilah teman) dan berbakti kepada kedua orang tua.

Dahulu kami adalah seorang anak yang mudah sekali sakit, dan tidak ada yang dapat memberikan bantuan dengan tulus merawat selain orang tua. Ibu yang dengan susah payah , menjaga, serta membantu makan & minum obat. Ayah yang tak mengeluh membantu memberi semangat sampai memijat tubuh ini yang sakit.

Tidak terasa saatnya telah tiba, kondisi dahulu yang penuh kenangan kini berbalik. Semua beban kini harus dipikul sendiri, dan tak luput harus membalas jasa baik kedua orang tua dahulu. Ayah yang terbaring sakit sedang disayang Allah, tak dapat berbuat banyak karena kini secara fisik harus bergantung pada Ibu dan orang lain yang berada disekitarnya. Kebergantungan kini berbalik dibanding dahulu. Mengeluh karena dibebani oleh sakitnya orang tua ?…, na’udzubilLah min dzalik kalau sampai terlintas dalam pikiran kita. Karena justru keberuntungan bagi seorang anak yang dititipkan amanah oleh Allah, menjadi momentum untuk membalas jasa baik kedua orang tuanya.

Kini tiba saatnya mempraktekkan ilmu yang pernah didapatkan : “birrul walidain – berbakti kepada orang tua”.

Dari Ibnu Mas’ud ra , Rasululloh bersabda, ” Amal yang paling utama :Sholat (di awal) pada waktunya; berbakti kepada kedua orang tua; dan jihad di jalan Allah.” (HR. Bukhori Muslim)

Rasa harap bercampur sedih secara manusiawi, mengagumi kesabaran dan ketegaran seorang Ibu yang selama tiga tahun lamanya bersabar dan dengan telaten merawat Ayah. Tidak mengeluh kecuali kepada-Nya, dalam sholat fardhu dan sholat malamnya Tetapi tidak pernah lupa memperhatikan kebutuhan dan membantu kesulitan anak-anaknya.

Diri ini berusaha menyempatkan diri tuk meringankan beban kedua orang tua, tetapi sadarlah bahwa sebesar apapun usaha kita, tak akan pernah dapat membalas jasa keduanya sampai kapanpun juga.

Ba’da sholat dhuha’, teriring do’a untuk keduanya yang juga dilakukan setiap saat, “Yaa Allah ampunilah kesalahan hamba dan kedua orang tuaku. Sayangilah mereka, sebagaimana mereka menyayangiku sewaktu kecil. Aaamiin

Di sempurnakan dengan membaca dan mentadabburi ‘Surat Cinta’ dari Rabbku.

Fabiayyi alaa i robbikuma tukadzzibaan

“Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan ?” (QS. Ar Rahman)

Selesai membaca surat Ar Rahman, kemudian mentadabburi isinya, tersurat hikmah : Rabb kita bertanya kepada hambanya sebanyak 31 kali dari 78ayat yang terdapat didalamnya (SubhanalLah…) : Berapa banyak nikmat Allah yang telah kita dustakan ?. Karena ternyata manusia adalah makhluk yang lalai, sehingga harus selalu diingatkan, dan tidak cukup hanya sekali diingatkan. Termasuk nikmat masih memiliki orang tua yang masih hidup.

ortu-kami.jpg

Hikmah : Keluarga kita tidak butuh hanya kualitas perhatian dari kita, tetapi akan jauh lebih bermakna jika kuantitas pun terlaksana. Dan yang menentukan kuantitas dari perhatian adalah kembali ke diri kita masing-masing. Manusia bisa berencana dan berikhtiar 99%, dan 1% yang menentukan kembali kepada keikhlasan kita menerima segala ketentuan dari Allah Swt. Jadi… yang namanya ikhtiar tetap-kudu-harus dijalankan. Memberikan dengan optimal apa yang terbaik dapat kita berikan.

Masih berani menunda apalagi melupakan jasa baik kedua orang tua kita ?…., dengan berbagai dalih karena kesibukan kita mencari rezeki. Mau jatuh kedalam dosa besar dengan bekal rezeki yang tidak berkah…?, karena durhaka kepada kedua orang tua. Tunggu apalagi, mulai dari sekarang juga action!… berbakti kepada kedua orang tua kita.(rck)





‘Surat Cinta’ diatas Segala Cinta

29 12 2007

‘Surat Cinta’ku ini memiliki berbagai macam nama panggilan. Dapat disebut dengan nama hudan (petunjuk); rahmatan (rahmat); nur (cahaya); syifa’ (obat),dan nama-nama indah lainnya. Setiap nama merupakan kesaksian atas segala keistimewaan yang dimiliki oleh ‘Surat Cinta’ku ini. Pada kesempatan ini, perkenankan seorang pembelajar ikut berbagi kepada saudara/i ku sekalian tentang keistimewaan akan ‘Surat Cinta’ diatas segala cinta ini…

Teringat pengalaman bersama adik-adik kelas waktu di SMA dahulu, ketika awal memulai pengajian. Kami masing-masing saling bergantian membaca ‘Surat Cinta’. Ada yang membacanya dengan lancar, dan ada juga yang membaca dengan terbata-bata. Sedih benar ketika melihat anak muda saat itu yang sudah beranjak dewasa, tetapi untuk sekedar membaca ‘Surat Cinta’ saja sulit sampai ada yang gugup hingga keluar keringat dingin. Padahal kenyataannya mereka berasal dari keluarga yang terdidik dan mampu, tapi tidak mampu untuk yang satu hal tersebut. Terlintas dalam ingatan saya untuk berbagi kisah dari buku biografi seorang pahlawan di negeri para anbiya. Namanya adalah Izzudin al Qassam (saat ini namanya digunakan sebagai nama sayap militer organisasi perjuangan HAMAS di Palestina). Saya ceritakan kepada adik-adik tentang kisah heroik seorang pahlawan dari negeri anbiya tersebut. Ia adalah seorang panglima jihad saat berjuang melawan penjajah zionis. Walaupun usianya telah lanjut, akan tetapi tetap gagah berani memimpin perjuangan digaris terdepan, sehingga para pejuang muda banyak yang tergugah dan meneladani keberaniannya.

Kisahnya saat Izzudin al Qassam tiba pada saatnya untuk kembali kehariban-Nya, suatu ketika ia dan beberapa prajuritnya terkepung disudut kota oleh beberapa pasukan zionis bersenjata lengkap. Tentara zionis itu mendesak kepada Izzudin yang tinggal seorang diri untuk menyerah, setelah sebelumnya membunuh pejuang palestina lainnya. Sungguh luar biasa kualitas seorang pahlawan sejati, dalam kondisi yang sangat terjepit tidak ada ekspresi maupun rasa gentar sedikitpun atas ancaman dibawah todongan laras senapan tentara zionis. Izzudin al Qassam kemudian mengeluarkan ‘Surat Cinta’ yang ada di sakunya, dan diperlihatkan kepada tentara zionis yang keji tersebut, sembari mengatakan beberapa kalimat yang melegenda hingga detik ini, dan menjadi spirit perjuangan semua rakyat palestina untuk merdeka. Pesannya adalah : ” Wahai para tentara penjajah zionis, ketahuilah bahwa selama rakyat Palestina masih memiliki ‘Surat Cinta’ ini maka selama itulah perjuangan menentang penjajahan zionis yahudi akan tetap ada, walaupun saya harus mati ditembak peluru kalian.” Dan memang terbukti bahwa, ‘Surat Cinta’ yang disebutkan dapat menggerakkan seluruh rakyat Palestina untuk melawan, sepeninggal seorang pahlawan Izzudin al Qassam, kemudian lahir puluhan, ratusan, ribuan, bahkan jutaan Izzudin lainnya yang setiap saat selalu mengancam eksistensi penjajah Zionis-Israel. Allahu Akbar !!!

Terlepas dari kisah heroik dan mengharukan diatas. Ada kesaksian lain dari seorang sahabat ketika kuliah dahulu. Ia berkata bahwa untuk membaca satu halaman dari surat cintaku ini terasa berat sekali. Jangankan untuk membaca, sekedar pegang saja sudah banyak sekali rintangannya. Akan tetapi jika sudah masuk membaca ke halaman dua; tiga; dan berikutnya…, dijamin pasti ketagihan. Sebegitu hebatkah ‘Surat Cinta’ ini ?…., sungguh rahasianya jauh lebih besar dan bukan terletak pada wujud fisiknya.

Saya berpikir mendalam bahwa ‘Surat Cinta’ku ini, bukanlah sembarang surat cinta biasa. Karena didalamnya terkandung rahasia kehidupan yang sangat luar biasa. Terukir indah dalam sejarah, bagaimana lantunan bacaan dari surat cintaku ini dapat merubah 180 derajat keyakinan seorang Umar bin Khattab ra yang terkenal paling ditakuti saat masa jahiliyah. Ia mengakui didalamnya berisi untaian indah yang mampu menenteramkan jiwa bagi yang membaca dan mendengarnya.

Saya pikir berulang-ulang betapa menyesalnya diri ini, karena telah menelantarkan dan menganggap enteng perkara untuk sekedar membacanya saja. Betapa malunya diri ini ketika mengetahui bahwa teladan manusia sepanjang sejarah manusia saja tidak pernah menuntaskan membacanya lebih dari 30 hari. Belum lagi untuk merenungkan, memahami dan mengamalkan isinya….oooh betapa meruginya diri ini. Hanya sekedar menyempatkan 5 menit sehari saja untuk membaca… atau hanya satu kalimat saja…., bahkan hanya satu huruf saja, ada saja segudang alasan dalih untuk melupakannya. AstaghfirulLah al ‘adzim

Wahai diri sadarilah kalau dirimu selalu menimbang pekerjaan dengan neraca untung-rugi. Mana ada di dunia ini bacaan yang balasan untuk membacanya sebesar membaca ‘Surat Cinta’ku ini. Satu huruf saja dibalas dengan satu kebaikan berlipat sepuluh*. Ada belasan ribu huruf didalamnya. Berapa banyak yang akan kita dapat kalau kita mau hitung-hitungan untung-rugi ?…. SubhanalLah, ternyata betapa pelitnya diri ini.

Bagaimana mungkin ‘Surat Cinta’ dapat berbalas dengan cinta. Jika yang dititipkan ‘Surat Cinta’ tidak memiliki cinta untuk minimal sekedar membacanya saja. Kita sering mengeluh mendapatkan ujian dan cobaan bertubi-tubi, hingga keluar dari benak kita menyalahkan karena kurang mendapatkan cinta, tetapi kita tidak pernah mengevaluasi diri apakah kita sudah cinta membaca surat dari yang Maha memiliki Cinta ?

 

al-quran.jpg


Sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Qur’an (bagi manusia) sebagai pelajaran, maka adakah orang-orang yang mau mengambil pelajaran?.”

(QS. 54:22)

Dari Ustman bin Affan ra, Rasululloh ShalalLahu ‘alahi wa salam bersabda : ” Sebaik-baik kamu adalah mereka yang mempelajari Al Qur’an dan mengajarkannya (kepada orang lain) “

(HR. Bukhari)

Terima kasih kepada saudari yang telah memberikan usulan pada kolom tausiyah. Semoga nasihat (‘Surat Cinta’ dari Rabbku = Al Qur’an) ini dapat menjadi obat penyembuh bagi penyakit hamba ini yang jahil dan lalai dari membalas cinta Rabbnya. Semoga do’a yang dipanjatkan oleh Nabi Adam a.s. dapat menjadi titik balik perubahan diri ini, “Rabbana dzalamna anfuusana wa inlam taghfirlana wa tarhamna lana kuunanna minal khoosirin“. Aaamiiin(rck)

*) “Barangsiapa membaca satu huruf dari kitab Allah maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan itu dibalas sepuluh kali lipatnya. Aku tidak mengatakan alif lam mim itu satu huruf; tetapi alif satu huruf; lam satu huruf dan mim satu huruf. ” (HR. At-Tirmidzi, katanya: hadits hasan shahih)





Cuma 25 menit sehari aja berat !

11 12 2007

Allahu akbar…. Allahu akbar…..

sinchan.jpg

Panggilan bagi setiap insan yang beriman tiba…
5 waktu dalam sehari. Cuma 25 menit dari 1440 menit dlm sehari yang dimiliki setiap muslim.
cuma 1/60 dari waktu yang dipinjamkan ke kita diminta haknya oleh yang memilki waktu.
banyak dari kita yang merasa berat…., di banding berlama-lamaan kerja, rapat, jalan-jalan, nonton dan aktivitas lainnya yang tidak ada jaminan tuk selamat sampai di tujuan akhirat…

just otokritik untuk pribadi penulis, di tengah-tengah kejenuhan kehidupan duniawi. karena kita lebih banyak menuntut hak kita, dan sengaja melupakan atau acuh terhadap kewajiban kita sendiri kepada-NYa (rck)





Cobaan dan Musibah

6 12 2007

storm.jpg

Sesungguhnya yang namanya cobaan atau musibah dalam kehidupan, ibarat bumbu bagi masakan yang kita makan. Sesuatu yang inheren dengan dunia kita. Ibarat bagi anak sekolah, tidak akan ada kenaikan kelas jika tidak melalui tahap ujian. “Mau naik kelas ?…, harus ikut ujian dulu”.
Beberapa pesan dan kata bijak, agar kita semangat dan benar menyikapi segala bentuk cobaan atau musibah :

“ Karena Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. ”
(QS. Al Insyirah:5-6)

 

“ ….Demikianlah diberi pengajaran dengan itu orang yang beriman kepada Allah dan hari akhirat. Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. “
(QS. Ath Thalaq: 2)

Jika aku dibunuh aku memperoleh syahid, jika dipenjara
aku merasakan kemanisan iman, dan jika diasingkan aku
akan piknik ke bumi Allah yang lain.
IBNU TAIMIYAH

lamp.jpg

Manusia sejati adalah mereka yang tersenyum pada
masalah; mengumpulkan kekuatan dari penderitaan dan
tumbuh berani dengan bercermin diri.
THOMAS PAINE

 

Sebuah masalah merupakan kesempatan bagimu untuk
melakukan yang terbaik.
DUKE ELLINGTON

 

Jadilah seorang yang percaya bahwa selalu ada
kemungkinan dalam segala hal. Tidak peduli betapa
gelap tampaknya hal-hal yang terjadi di sekelilingmu
,angkat wajahmu dan lihatlah kemungkinan yang ada -
carilah selalu , karena segala kemungkinan itu selalu
ada.
NORMAN VINCENT PEALE

 

Orang-orang selalu menyalahkan keadaan. Aku tidak
percaya akan hal ini. Mereka yang hidup di dunia ini
adalah mereka yang berdiri tegak dan mencari keadaan
yang mereka inginkan dan jika mereka tak berhasil
menemukannya, mereka menciptakan keadaan tersebut.
GEORGE BERNARD SHAW

 

Ada dua cara untuk menghadapi kesulitan. Kau mengubah
kesulitan tersebut atau kau mengubah dirimu untuk
menghadapi kesulitan tersebut.
PHILLIS BOTTOME

 

Cara terbaik untuk berhenti mengkhawatirkan masalah
adalah dengan cara memecahkan masalah tersebut.
Anonim