Seorang Juara itu Lebih walau sedikit

29 07 2008

“People who never do any more than they’re paid to do, are never paid any more than they do.”

- Orang-orang yang tidak pernah bekerja lebih daripada apa yang dibayar adalah orang-orang yang tidak akan pernah dibayar lebih daripada apa yang mereka kerjakan

(Elbert Hubbard).

Suatu hari di sebuah hotel berbintang, terjadi dialog antara tamu hotel dan pelayan yang membersihkan wastafel kamar mandi saat tamu tersebut memenuhi keperluannya di kamar mandi hotel waktu tengah malam. Tamu hotel itu betapa terkejut dan kagumnya setelah memenuhi keperluannya didalam kamar mandi di sapa oleh sang pelayan hotel, “malam pak” dengan nada tersenyum kepada tamu tersebut. Kemudian sang pelayan hotel melakukan tugasnya membersihkan lantai dan wastafel yang baru selesai dipakai. Betapa kagumnya tamu tersebut kepada sikap si pelayan hotel itu, dengan bertanya ” Mengapa tengah malam seperti saat ini anda masih berkerja dan bersikap sangat baik kepada saya ?, apa untungnya bagi anda tetap bekerja disaat hampir semua karyawan dan mungkin atasan anda sedang tertidur” . Jawab si pelayan, ” Untungnya tidak saya rasakan langsung pak, tetapi jika semua tamu merasa nyaman berada di hotel kami, maka kelak dari kenyaman bapaklah hotel ini mendapatkan keuntungan yang juga akan dirasakan oleh semua karyawan hotel.

Kalau sudah bersemai bunga cinta maka akan lahir rasa memiliki, kalau sudah merasa memiliki maka akan tumbuh pengorbanan, dan jika pengorbanan itu tumbuh maka jalan menuju kesuksesan telah tampak jelas dan nyata dihadapan kita. Sejatinya jalan menuju kesuksesan tidak dengan mudahnya Allah berikan, karena hanya orang-orang terpilih yang akan menjadi JUARA melewati jalan tersebut.

Sehingga waktu menjadi relatif, balasan amal menjadi relatif, sakit menjadi relatif, sedangkan meraih kesuksesan adalah sesuatu yang mutlak. ” No Pain No Gain

Banyak dari kita memiliki cita-cita setinggi langit, tapi tak pernah mengukur apalagi mempersiapkan secara nyata langkah-langkah menuju ke sana. Yang ada adalah kita berjalan terseok-seok kecapaian ditengah jalan karena bekal perjalanan habis sebelum sampai di tujuan. My friend hidup itu gak cukup cuma modal angan-angan doank.

Menjadi seorang JUARA dituntut untuk memiliki komitmen dan konsistensi dalam berjalan menuju tujuan. Komitmen untuk senantiasa memperbaharui niat setiap saat, dan konsistensi untuk tetap bergerak dan beramal. Karena air yang tergenang adalah sumber penyakit, sedangkan air yang bergerak adalah sumber kehidupan yang akan banyak memiliki manfaat bagi lingkungan. RasululLah SAW tidak kurang sebanyak 70 kali dalam sehari semalam beristighfar untuk menghapus penyimpangan dan kelalaian niat dan amalnya, dan senantiasa mengucapkan Laa ilaha ilalLaah tuk membersihkan hati dari penyimpangan akidah. Begitupula dalam semua sendi kehidupan kita, tanpa memperbaharui diri, mustahil kita mampu dapat terus bertahan tuk meraih tujuan kesuksesan.

Orang-orang hebat yang menjadi JUARA sebenarnya hanyalah orang-orang biasa yang memiliki tekad yang luar biasa. Saat orang-orang disekeliling anda menyerah dan mundur, kertakkan gigi anda dan cobalah untuk menggali sedikit lebih dalam. Sukses diraih dan dipertahankan oleh mereka yang terus mencoba. Majulah, dan akuilah; hari ini anda mungkin belum mencapai apa yang anda inginkan, harapkan dan impikan. Salah satu kunci untuk mendapatkan impian anda adalah sebuah tekad untuk tidak pernah menyerah.

Ralph Waldo Emerson berkata, “Seseorang disebut pahlawan bukan karena ia lebih berani dari orang lain, tetapi karena ia berani bertahan sepuluh menit lebih lama.” Seorang atlit lari jarak jauh belajar untuk menjadi “terbiasa”. Ia akan terus berlari hingga kecapekan, tetapi ia tidak akan berhenti. Pelari biasa
akan menyerah. Tetapi, pelari jarak jauh tahu bahwa jika ia dapat menahan kesakitan itu sedikit lebih lama, ia akan menjadi “terbiasa”.

Ya ALLAH ampuni aku atas apa yang tidak mereka ketahui tentang diriku. Dan jadikanlah aku lebih baik dari apa yang mereka duga. “

WalLaahu musta’an





Arti Harta bagi Pemimpin

27 02 2008

Apa makna dan arti harta menurut anda ?. Sesuatu yang selalu anda bawa kemanapun anda pergi ?, yang tanpanya kita tak berdaya ?. Bagaimana anda memposisikan harta ?. Masing-masing kita pasti memiliki arti sendiri tentang harta.

Berikut kutipan syair dari Taufiq Ismail tentang warisan harta bagi para pemimpin ummat :
Inilah syair pertama tentang secercah sejarah
Mengenai nabi Muhammad menjelang wafat
Ketika sakit beliau sudah terasa berat
Pada tabungannya yang sedikit jadi teringat
Menyedekahkannya belum lagi sempat
Maka Rasulullah berkata pada Aisyah
“Aisyah, mana itu ashrafi?
Berikanlah secepatnya pada orang tidak berpunya
Bila masih ada harta kutinggalkan
Di rumahku ini, pasti itu bakal jadi rintangan
Dan aku tak aman menghadap Tuhan.”
Sesudah tabungan itu dibagikan
Maka wafatlah beliau dengan aman

Inilah syair kedua tentang Khalid bin Walid
Perwira tinggi yang amat gagah berani
Seorang jenderal pertempuran yang sejati
Caranya mati dia sesali sendiri
Karena bukan gugur di medan pertempuran
Tetapi karena sakit, mati di atas dipan
Mengenai harta benda yang dia tinggalkan
Hanya tiga jenis macamnya :
Sebilah pedang
Seekor kuda
Dan seorang pembantu rumah tangga

Inilah syair ketiga tentang Umar yang perkasa
Yang pernah menaklukkan Persia dan Roma
Yang kilatan pedangnya menggoncang kerajaan demi
kerajaan
Yang perkasa, kaya serta berkuasa
Tetapi sesudah dia tiada lagi bernyawa
Warisannya Cuma sehelai baju
Terbuat dari kain yang kasar
Dan uang lima keping
Seharga lima dinar

Inilah syair keempat tantang Aurangzeb
Penguasa imperium Mughal di India
Luas dan jaya kerajaannya
Adil serta merata kemakmurannya
Dan ketika dia pergi menghadap Tuhan
Dia meninggalkan dua warisan
Pertama, uang sebanyak empat rupi dua ama
Hasil penjualan kopiah jahitannya
Kedua, uang sebanyak 305 rupi
Upah menyalin Quran dengan tangan
Dan semua uang itu kemana pergi
Pada rakyat yang miskin habis dibagi-bagi

Inilah syair kelima tentang Sultan Shalahuddin
Pahlawan perang yang sangat harum namanya
Raja dari kawasan yang sangat luasnya
Sultan dari kerajaan yang amat makmurnya
Dan dia, pada hari wafatnya
Tidak mewariskan harta benda suatu apa
Karena seluruhnya sudah habis disedekahkannya
Pada kawula fakir miskin yang lebih memerlukannya
Sehingga biaya pemakamannya
Adalah urunan dari sahabat-sahabatnya
Dan ada rakyat yang menyumbangkannya batang-batang
jerami
Sebagai pagar dari makamnya

SubhanalLaah. (rck)





Semakin Bertambah Hari…., Semakin Menantang

5 02 2008

SALAM Luar Biasa !!!

Sebesar apa cobaan yang anda hadapi, sebesar itu pula kualitas diri hidup anda.

Jangan tolak masalah, karena masalah akan mendewasakan kita.

Jangan tolak apapun pekerjaan yang harus kita lakukan tapi tidak kita sukai atau belum berpengalaman didalamnya, karena pekerjaan itu akan menjadi obat bagi kelemahan diri kita dikemudian hari.

Jangan tinggalkan semua ilmu dan pengalaman yang pernah anda dapatkan, karena suatu hari nanti pasti akan dibutuhkan sesuai tantangan masa.

Jangan rugikan diri anda dengan memilih pekerjaan yang kecil, karena sesungguhnya kita ditakdirkan untuk menjadi orang besar yang hanya melakukan pekerjaan yang besar-besar.

Kelelahan dalam bekerja yang ikhlas adalah kenikmatan sementara yang tiada ternilai hingga kita mendapatkan kenikmatan surga yang abadi……

Tetap terus bergerak, karena hanya orang mati yang tidak dapat bergarak. Dengan terus bergerak kita menjemput kesuksesan…. ” Selamat Datang kesuksesan ! “. (rck)





Pemimpin adalah Pelayan

22 01 2008

Di hari yang sangat dingin menggigit di Pensylvania, satu regu serdadu Amerika yang dipimpin oleh seorang kopral membangun benteng kayu di sepanjang tepi jalan. Dengan congkaknya sang kopral memerintah seenaknya kepada prajurutnya : “Angkat kayu itu kesana!” , “Cepat dengan tanganmu! Dorong lebih kuat! Lebih kuat! Angkat kayu itu!” Anggota pasukan itu berusaha mendorong kayu besar ke atas  benteng. Tetapi sebelum mereka berhasil menempatkan kayu pada tempat yang seharusnya, tenaga para serdadu itu habis bahkan kaki mereka terpeleset ke dalam es dan salju. Kayu itupun jatuh kembali ke tanah. Jika ada tambahan satu orang serdadu lagi, usaha itu akan berbeda. Akan tetapi, satu-satunya serdadu yang tersisa hanya tinggal si kopral itu sendiri yang sedang asyik memerintah anak buahnya. Kopral itu hanya asyik memaki dan memerintah kepada anak buahnya untuk mencoba lagi. Ketika para serdadu bersiap mencoba sekali lagi, seorang pria muncul dari hutan. Tanpa diketahui kopral dan serdadu, pria asing itu memperhatikan dari dalam hutan selama beberapa menit. Perawakannya yang tinggi bersembunyi dibalik jas dan selendang. Dia berkata : “Mari saya bantu”, katanya. Dengan tambahan tenaga orang asing itu, teriakan dan ancaman sang kopral, para serdadu berhasil mengangkat kayu ke atas benteng dan menempatkannya ditempat yang disediakan. Ketika pekerjaan itu selesai, orang asing itu menghampiri sang kopral. “Mengapa anda tidak membantu pasukan Anda menempatkan kayu pada tempatnya? katanya, “Seperti yang anda lihat, apa yang mereka perlukan adalah tenaga satu orang lagi untuk menyelesaikan tugas mereka. Seharusnya anda membantunya.” “Saya?! Mengangkat  kayu?!” teriak kopral itu. “itu pekerjaan prajurit! Tidakkah anda melihat saya ini seorang kopral?!” “Oh, maafkan saya, Pak!” ujar orang asing itu sambil membuka jas tebal dan selendang yang menutupi wajahnya. “Saya tidak mengetahui kalau Anda orang sepenting itu!. Saya hanya seorang panglima. Saya, George Washington, siap bertugas kopral. Lain kali apabila prajurit anda mengangkat kayu yang lebih berat, dan Anda tidak ingin mengotori tangan Anda, perintahkan saya, dan saya akan datang mengerjakannya sendiri.” Bagaimana kira-kira respon sang kopral mendengar dan melihat jawaban orang asing yang tidak dikenalnya itu?…. so pasti kaget, malu, dan merasa bersalah setengah mati.  

Sampai sekarang saya masih memegang ucapan salah seorang ustadz dari Bogor, yang pada tahun 1998 pernah  dicalonkan oleh Partai Dakwah sebagai calon presiden RI. Saat itu saya sedang menonton acara TV, liputan debat calon presiden RI versi BEM UI di balairung UI. Hadir pada acara itu beberapa calon presiden dari partainya masing-masing. Salah satu yang saya ingat ada Amien Rais dari PAN, dan Ustadz Didin Hafidhudin – pendatang baru dipentas politik yang dicalonkan oleh Partai Keadilan sebagai calon presiden RI. Salah satu panelis bertanya kepada ustadz tentang konsep amanah pemimpin negara kalau saya tidak salah. Ustadz menjawab dengan jawaban sederhana yang bijaksana:

Hakikatnya seorang pemimpin itu adalah pelayan. Pemimpin negara yang baik adalah pelayan yang baik bagi rakyatnya.”

 Sampai sekarang saya meyakini jawaban tersebut sebagai pengertian tentang hakikat pemimpin sesungguhnya. Bahwa pemimpin yang buruk adalah orang yang berlaga sebagai orang besar dengan keangkuhannya meminta agar dilayani oleh orang yang dipimpinnya. Akan tetapi pemimpin yang baik adalah orang besar yang dengan kerendahan hatinya bersedia berkorban, berjuang bersama-sama dan melayani orang yang dipimpinnya. Jadi ada berapa banyakkah pemimpin yang baik di negara kita saat ini, dibanding dengan jumlah pemimpin yang buruk?. (rck)  





Seperti Baru Belajar Berorganisasi

16 01 2008

Dalam sebuah rapat koordinasi departemen, ada salah seorang peserta rapat yang berpendapat , “Waduh males niih ngadain kegiatan, gara-gara koordinator departemen menghilang setelah menikah, kita jadi seperti anak ayam kehilangan induknya”. Dalam hati yang mimpin rapat bilang, rasanya ingin ditendang aja itu orang, karena tidak tahan melihat orang yang tidak punya motivasi kerja di organisasi. Sudah begitu, tidak ada satu orangpun staf di departemen yang berani dan mau menggantikan walau hanya sementara koordinator departemen yang tiba-tiba menghilang tidak ada kabarnya setelah menikah. Pusing jadinya ketua organisasi itu dibuatnya. Belum lagi harus memikirkan solusi masalah administrasi, koordinasi, dan segudang masalah lainnya. Capek deeh…

Ketemu ada 2 masalah niih yang harus diatasi dari studi kasus diatas. Yang pertama : masalah budaya kerja tim yang ‘manja’ : staf sangat ketergantungan dengan pimpinannya. Gejala yang muncul adalah tidak adanya inisiatif dan kreatifitas dari staf untuk proaktif memajukan tim organisasi, keitka pimpinannya absen. Masalah yang kedua : banyak teman-teman kita yang sebetulnya Allah takdirkan sebagai orang besar : punya kemampuan dan bisa mengemban amanah, tapi malu-malu kucing untuk maju belajar menjadi pemimpin. Bagaimana bisa mencetak calon-calon pemimpin masa depan bangsa, kalau untuk memimpin bagian kecil dari organisasi saja tidak berani.

Belajar bagaimana budaya kerja tim di negara Jepang. Kebersamaan merupakan nilai sakral dalam sebuah organisasi. Bagaimana bentuk kedekatan antara atasan dan bawahan begitu terlihat, ketika mendapatkan kesuksesan seorang atasan tidak pernah lupa untuk berbagi dengan bawahannya. Seperti acara pesta makan bersama adalah suatu yang lumrah dan membudaya disana. Tidak hanya kesulitan saja yang dibagi, tetapi juga kebahagianpun dibagi bersama. Jika tim mencapai target keberhasilan, seorang pemimpin akan malu jika ucapan selamat kesuksesan itu dialamatkan kepadanya, karena pemimpin tim itu sadar bahwa sukses adalah hasil jerih payah bersama bawahannya. Oleh karenanya untuk mengatasi masalah budaya kerja tim : kita semua perlu untuk belajar menerapkan kebersamaan dalam tim, tidak hanya urusan kerja saja, tapi hal yang sepele seperti traktir makan atau menghadiri undangan adalah sesuatu yang tidak kalah pentingnya dengan menghadiri rapat. Pantas kalau banyak teman-teman kita yang enggan datang memenuhi undangan rapat, karena isinya kering dari nuansa persaudaraan, tidak ada suasana keakraban. Yang ada : tidak hadir tanpa alasan : sangsi. Yang terjadi akhirnya : peraturan dibuat untuk dilanggar, koleksi banyak-banyak sangsi yang tinggal sangsi.

Untuk masalah malu-malu kucing, solusinya mudah saja bisa dilihat di ulasan bahasan inspirasi sebelumnya tentang menjadi orang besar. Kesimpulannya : Jangan sia-siakan amanah yang kita emban sekarang, karena ada segudang pembelajaran untuk kita agar setahap demi setahap menjadi orang besar yang sukses. Ingatlah bahwa : kesuksesan besar dibangun dari anak-anak tangga kesuksesan kecil yang membangunnya. Ambisi perlu tapi jangan sampai jadi ambisius. Jangan seperti orang-orang yang mau maju di Pilkada cuma modal nafsu harta dan gandrung popularitas. Na’udzubilLah min dzalik. (rck)





Sindrom kere-aktif

11 01 2008

Merasa jenuh beraktivitas harian. Setiap hari yang terasa sama saja. Bangun tidur sampai tidur lagi, terasa monoton, tidak ada suasana baru. Atau anda berada di suatu lingkungan kerja atau organisasi yang isinya seperti robot. Bergerak dan bertindak selalu reaksioner, kaku, dan pasif. Jika anda mengalami seperti yang saya gambarkan tersebut, hati-hati kalau anda sedang mengalami sindrom kere-aktif. Apa itu sindrom kere-aktif ?.  Sindrom itu adalah salah satu penyakit paling mematikan yang mengancam bagi kehidupan sukses dan bahagia setiap orang. Sindrom itu adalah lawan dari sifat atau karakter KREATIF. Kalau dalam kamus Islam, istilahnya dinamakan Jumud. Salah satu turunannya itu : taklid dalam beramal tanpa didasari argumen atau dalil yang kuat. Hati-hati pula ternyata sindrom penyakit ini : sangat menular. Lihat kanan-kiri dan depan-belakang anda, apakah ada orang yang mengalami sindrom tersebut ?. Jika ada segeralah mengambil sedikitnya : dua tindakan. Pertama berusaha menjauh darinya, tapi sayangnya salah satu pakem hidup seorang pembelajar sejati adalah pantang untuk lari dari masalah. Yang kedua : keep care our self and trying to cure our environmnet, ini dia yang lebih sangat saya sarankan untuk dilakukan.

 

Why… ?

Pada dasaranya setiap orang bergerak , bertindak dan berubah disebabkan karena dua hal (ceramah dari Ustadz B.S. Wibowo – Trustco):

1. Motivasi dari dalam : bagi orang Islam tentunya karena : iman.
2. Motif dari luar : kehidupan sosial.

 

How….?

Berikut beberapa tips yang dapat kita lakukan untuk menyembuhkan sindrom penyakit kere-aktif yang sangat menular itu :

1. Belajar untuk menjadi inovator yang terbaik. Belajarlah jadi seorang pionir atau perintis perubahan.

2. Ubah kebiasaan dan citra diri anda. Orang melihat kita dari apa yang kita pikirkan tentang diri kita. Maka jika ingin dilihat atau dipandang baik oleh orang lain. Maka mulailah untuk merubah frame berpikir kita seperti yang kita inginkan, dan terus melakukan perbaikan menuju ke arah yang ideal kita inginkan. Intinya jangan takut untuk melakukan perubahan. Dan semuanya berawal dari diri kita.

3. Terima perubahan dan tantangan suatu masalah dengan tangan terbuka. Ingat salah satu pakem pembelajar sejati : bukan lari dari masalah, melainkan mencari-cari masalah (positif) untuk lebih maju dan sukses.

4. Terapkan ide-ide pada setiap sudut kehidupan. Pertama coba jalan lain yang dapat dilakukan. Kedua hasilkan masalah, konsep, solusi atau ide yang inovatif. Kembangkan sifat humor, dengan catatan jangan sampai berlebihan karena dapat mematikan sensitifitas hati kita. Peka terhadap semua kesempatan atau peluan baik yang datang dihadapan kita.

5. Milikilah selalu rasa ingin tahu dan jadilah seorang pengamat. Karena ilmu berawal dari rasa ingin tahu terhadap sesuatu. Dan ilmu itu dapat kita peroleh tidak hanya dari buku atau ajaran seseorang. Tetapi dari semua yang kita lihat, dengar dan rasakan dengan panca indera kita, semuanya menjadi pengalaman untuk memperkaya khazanah kelimuan kita. Setelah kita memiliki simpanan ilmu, maka kita akan dapat bebas melakukan kreatifitas.

6. Pelajari tentang inovasi , perubahan dan kreatifitas. Belajar bagaimana orang-orang atau institusi sukses melakukan perubahan , inovasi dan kreatifitas.

7. Bertanyalah mengapa, apa, yang mana, di mana, kapan, siapa, bagaimana, apabila . Kita mendapatkan solusi dari bertanya. Maka jangan sungkan-sungkan untuk bertanya.

8. Kembangkan daya berpikir reflektif. Terus bergerak maju dan memperluas dalam cara kita memikirkan tentang sesuatu. Tidak hanya dari satu macam cara.

9. Bangun dasar  pengetahuan dan intuisi anda dengan membaca. Membaca tetap penting dan penting lagi. Jangan malas untuk membaca!. (rck)





Menjadi Orang Besar

7 01 2008

Fenomena lain dari istilah orang besar. Cerita tentang orang yang selalu sibuk bahkan bisa dibilang mencari-cari kesibukan sendiri. Dimana pada umumnya orang lain berusaha untuk meninggalkan rutinitas kesibukannya mencari nafkah, dengan cara berhibur atau rekreasi diakhir pekan saat libur. Justru ada sebagian kecil orang diwaktu yang sama tidak kalah, bahkan jauh lebih sibuk dibanding waktunya mencari nafkah. Itulah gambaran fenomena orang besar. Istirahatnya adalah kenikmatan dalam merasakan pahit getirnya perjuangan. Menilai dunia ini dengan harga yang sedikit. Berharap lebih banyak pada apa yang tersembunyi setelah kehidupan didunia.

Apanya yang besar?. Kalau badannya yang besar kita sebut orang kegemukan atau obesitas. Kalau bicaranya yang besar kita sebut ia seorang pembohong. Tapi kalau pekerjaannya yang besar, maka pantas kita sebut ia sebagai orang besar. Boleh jadi dalam ukuran fisik tergolong orang yang kecil, pendek dan kurus. Atau lebih banyak diamnya, dibanding bicara yang hanya seperlunya saja. Akan tetapi ia adalah orang yang memiliki cita-cita (visi) dan berjiwa besar. Pantaslah kalau Imam Ibnul Qayyim al Jauziyyah pernah berkata :

” Wahai orang yang bersemangat banci!, ketahuilah yang paling lemah dipapan catur adalah bidak. Namun jika ia bangkit, ia bisa berubah menjadi menteri. “

Bagi yang ingin atau menjadi orang besar, setiap dalam berdo’a isinya bukan meminta diberikan oleh-Nya kemudahan, tetapi berdo’a agar diberikan kekuatan. Karena kemudahan atau keringanan adalah bahasa bagi orang yang lemah dan tidak berdaya. Berbeda dengan orang besar,yang identik dengan bahasanya orang kuat. Karena yang akan dihadapi sehari-hari oleh orang besar adalah masalah dan tantangan besar. Mengutip pesan dari seorang leader nasional MLM kepada downlinenya : ” Kita hidup pasti akan menghadapi masalah. Jadi jangan lari dari masalah, tapi justru carilah masalah. Karena dengan adanya masalah, kita mendapatkan solusi untuk hidup. Masalah gaji kecil dengan tanggungan beban keluarga yang banyak, memotivasi kita untuk mencari solusi alternatif penghasilan. Maka jangan malu kalau sampai diledek, atau ditolak ketika memang harus jualan.” Pelajaran yang dapat diambil : siapapun tak akan ada yang menolak ingin mendapatkan bonus dan keuntungan yang berlipat ganda sebagaimana yang dijanjikan dalam marketing plan MLM. Tetapi sebagaimana sunnatulLah yang berlaku, semua itu harus didapatkan dengan perjuangan dan pengorbanan mengalahkan perasaan-perasaan negatif yang ada didalam pikiran. No Pain No Gain

Yang dibutuhkan oleh orang besar adalah kekuatan untuk menghadapi masalah dan tantangan besar dihadapannya. Rasa lelah, takut, malu, bahkan sedih adalah bumbu penyedap dalam menjalani kehidupan sebagai orang besar. Dengan bekal kekuatan : sabar; semangat; optimis; ikhlas dan komitmen dapat membunuh semua musuh yang menghalangi cita-cita besar.(rck)

Beberapa kutipan perkataan dari buku yang menjadi inspirasi bergerak bagi penulis, dari “Kepada Aktifis Muslim” – DR. Najih Ibrahim :

Apabila jiwa-jiwa itu besar maka, jasad akan lelah memenuhi keinginannya.”

Wahai orang yang meminang bidadari surga tetapi tidak memiliki ’sepeser’pun semangat, jangan Anda bermimpi, jangan Anda bermimpi! Telah sirna manisnya masa muda dan yang tersisa tinggallah pahitnya penyesalan.”

Semangatku adalah semangat para raja, jiwaku adalah…jiwa yang merdeka, yang memandang kehinaan adalah kekafiran.” (Imam Syafi’i)





Proaktif mengejar kebaikan

4 01 2008

success.jpg

Setelah bangun dari tidur apa yang terbayang dalam pikiran kita ?. Kembali tidur pulas-kembali bermimpi indah. Padahal mimpi indah yang kita temui dalam mimpi tak akan terwujud tanpa adanya amal nyata. Maka awalilah hari dengan sesuatu yang baik…., maka akan menjadi kebaikan untuk seisi penuh hari. Pernahkah kita merenung mengapa teladan ummat manusia nomor wahid sedunia dan sepanjang masa, mengajari kita untuk mengawali hari kita selepas menikmati tidur bukan dengan aktivitas keduniaan ‘an sich‘, tetapi dengan aktivitas ibadah vertikal (bangun di dini hari untuk menegakkan tulang punggung menjauh dari ranjang tempat tidur, rukuk dan sujud teriring dengan do’a merendahkan diri dihadapan-Nya). Begitupula setelah berakitivitas seharian, diakhiri dengan ibadah vertikal dan introspeksi internal. Begitulah gambaran hidup manusia teladan yang berkualitas dunia dan akhirat.

Menjelang tidur sempat nonton acara Mario Teguh – Business Art di O Channel. Lupa tentang apa temanya, yang jelas ada pelajaran penting cukup lumayan menjadi bekal untuk pengetahuan dan motivasi hidup dikemudian hari. Salah satu pesan yang saya ingat adalah ” Speed is more important than quality “. Maksudnya : dalam hidup jangan terjebak pada penampilan luar atau latar belakang seseorang ketika berbicara tentang kesuksesan. Mario Teguh memberikan contoh : berapa banyak para pegawai atau karyawan perusahaan besar adalah orang-orang yang memiliki titel akademik, banyak dari mereka berasal dari lulusan perguruan tinggi ternama. Tetapi bekerja di perusahaan yang pemilik perusahaan besar tersebut, banyak diantaranya tidak pernah merasakan bangku kuliah bahkan sekolah saja tidak tuntas. Itu membuktikan bahwa kesuksesan bukan berasal dari titel atau tampilan luar, melainkan dari gerak cepat dan responsif yang dilakukan setiap orang untuk tanggap terhadap segala peluang kesuksesan. Siapa yang memiliki kecepatan paling tinggi dalam mengejar peluang maka dia adalah juara dalam perlombaaan ini.

Introspeksi buat kita hari ini : Ayam adalah hewan yang paling rajin bangun pagi, tapi coba lihat rezekinya yang telah Allah berikan ternyata berlimpah (karena sifat rajinnya). Berapa banyak telur yang dihasilkan , dagingnya yang kita makan, telah dirasakan manfaatnya begitu banyak oleh manusia. Paling banyak dibanding hewan lainnya. Semoga menjadi pembelajaran buat kita semua, kalau ayam saja bisa sukses bermanfaat banyak bagi manusia, apalagi manusia yang telah dicipatakan sebagai pemimpin dimuka bumi ini. Masa kalah sama ayam !?. Kalah sama kecepatan ayam untuk bangun mengejar rezeki yang telah Allah berikan.(rck)

 

“Proaktif mengejar kebaikan !”





2008 Masuk dan Keluar yang Benar

1 01 2008

Hasil dari riset yang dikeluarkan firma TNS dan Gallup International : Hanya 21 persen warga Indonesia yang disurvei optimistis dengan Tahun Baru 2008 (detik.com). Kita masuk yang hanya 21% atau yang selebihnya ?. Sebegitu pesimiskah orang Indonesia (yang disurvey belum tentu saklek mewakili seluruh rakyat Indonesia),hingga sebanyak 79% yang disurvey melihatIndonesia suram di tahun 2008 ?!.Apapun fakta atau alasan yang menguatkan argumen orang yang pesimis, tetap tidak bisa disalahkan. Setiap orang memiliki hak untuk berpendapat menurut pikirannya masing-masing. Bagi saya sebetulnya seperti melihat air yang diisi ke dalam gelas, dengan volume 1/2 isi gelas tersebut. Sebagian akan berkata gelas itu “Setengah kosong”, sebagian lagi mengatakan gelas itu “Setengah penuh”. Dan tidak ada yang salah bagi yang memilih berpendapat salah satu. Atau pilih dua-duanya biar aman, wah gak konsisten donk!.

gelas-setengah.jpg

Saya lebih memilih melihat ilustrasi gelas dan air dengan mengatakan , ” Setengah isi/penuh”. Karena lebih pada melihat makna penuh dan kosong, punya arti yang berbeda dan bertolak belakang. Bagi yang berkata setengah penuh, memiliki visi harapan yang positif, dibanding yang memilih setengah kosong.

Dan katakanlah: “Ya Tuhan-ku, masukkanlah aku secara masuk yang benar dan keluarkanlah (pula) aku secara keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong.” (QS. 17:80)

Apapun momentumnya, mau itu awal Januari , atau akhir Desember, atau 1 Muharam, atau hari jum’at kliwon atau kapanpun juga……, optimisme itu harus tetap ada. Keep Possitive thinking!. saudaraku ingatlah bahwa, “Allah bersama kita !”. Semoga Allah memberikan kita pintu keluar yang benar disetiap momentum hidup kita, kemudian memasukkan kita kembali kedalam pintu masuk momentum yang benar pula dalam perjalanan hidup ini. And also , semoga Allah memberikan kita kekuatan (kekuasaan) yang menolong dalam mengarungi belantara kehidupan. Aaamiiin. (rck)





Resolusi 1429 H / 2008 M_Riki-Alpha Team

25 12 2007

” Dan bagi tiap-tiap ummat ada kiblatnya (sendiri) yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu (dalam membuat) kebaikan. Dimana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atsa segala sesuatu. “

(QS. Al Baqarah : 148)

 

Dari Abu Hurairah r.a. dia berkata : Rasulullah bersabda : ” Merupakan tanda baiknya Islam seseorang, dia meninggalkan sesuatu yang tidak berguna baginya. “

(Hadits Hasan riwayat Turmudzi dan lainnya)

 

“Kami menginginkan terbentuknya sosok individu muslim, rumah tangga Islami, bangsa yang Islami, pemerintahan yang Islami, negara yang dipimpin oleh negara-negara Islam, menyatukan perpecahan kaum muslimin dan negara mereka yang terampas, kemudian membawa bendera jihad dan da’wah kepada Allah sehingga dunia mendapatkan ketentraman dengan ajaran-ajaran Islam.”

(Imam Syahid Hasan al Banna)

 

” Mulai dari nol kilometer hingga salah satu kaki menginjak surga “

(My Motto)

 

 

Syukron JazakalLah atas “paksaan” dari Bpk Adzan W. Jatmiko yang melanjutkan ajakan kebaikan “8 Resolusi kebaikan” kepada semua tim alpha. Semoga dapat terlaksana dan membuahkan hasil kebaikan yang berlipat ganda. Aamiin.

Dengan mengucap bismilLah….., My Resolusi 1429 H / 2008 :

  1. Ashlih nafsaka wa yad’u ghairuka. Memperbaiki diri sendiri dan Menyeru orang lain. More improvement on : Salimul Aqidah (No Syirik and more ma’iyatulLah) ; Shohihul Ibadah (keep QL ; keep 1juz/day ; and more nafilah); dan Matinul Khuluq (pribadi yang menyenangkan for everybody).
  2. Membangun rumah tangga Islami…. insya Allah (being proses) bersama istri yang terbaik – cantik dan sholehah.
  3. Optimal-Profesional beramal, ibadah dan sukses bersama Tim Alpha (Net-Cyber dan Alphanet).
  4. Keep include learning bussiness with Ritz komputer.
  5. Optimal-Profesional beramal dan dakwah bersama Tim Bekasi Student Center (BSC).
  6. Berbakti kepada kedua orang tua, serta bermanfaat baik secara materi maupun non-materi bagi saudara kandung dan saudara se-aqidah.
  7. Mengabdi di masyarakat dekat tempat tinggal, sekitar : RT dan musholla.
  8. Kontribusi dan terlibat secara langsung untuk kemenangan Dakwah di kota Bekasi ; propinsi Jawa Barat dan Indonesia menuju negeri Baldatun thoyyibatun wa rabbun ghofur.

Yaa Allah rabbul ‘izzati kabulkanlah permintaan do’a dari hamba-Mu yang dhoif ini.

Bekasi, 25 Desember 2007

Hamba Allah – Tim Alpha