Tips Komunikasi Efektif

31 01 2008

 Bagaimana perasaan anda jika orang yang sedang anda ajak bicara, asyik sibuk mengerjakan sesuatu tanpa menghiraukan anda yang sedang berbicara. Sebagai contoh : teman anda sedang asyik chatting didepan komputer, anda mengajaknya berbicara tetapi ia menjawab pertanyaan anda tanpa menatap wajah anda, dan hanya fokus melihat layar monitor. Secara adab, benar-benar tidak sopan. Siapapun yang mengajak bicara, jika diperlakukan demikian pasti akan sakit hati. Bagaimana sebetulnya cara berkomunikasi yang efektif, menarik, dan mengundang simpati orang yang diajak berbicara ?. Ada sedikit tip’s keterampilan dalam berbicara kepada seseorang secara one by one.

Rumusnya : SOLER communication

  • Face other Squarelly : Hadapi lawan bicara anda dengan ramah dan penuh perhatian.  
  • Open postures : Tubuh dalam posisi terbuka ;
  • Lean : Condong kepada lawan bicara anda;
  • Keep good Eye contact : Lihat matanya, jangan melihat ketempat lain.
  • Relax position : Posisi santai, tidak kaku.

Beberapa kebiasaan buruk bagi yang mengajak berbicara maupun bagi yang diajak berbicara :

  1. Asyik sibuk bermain ballpoint, atau sesuatu dengan jari-jemari kita ketika berbicara;
  2. Tidak menatap mata lawan bicara;
  3. Menggunakan bahasa yang hanya kita sendiri yang mengerti.
  4. Bersendawa;
  5. Merokok;
  6. Buang angin;
  7. Mengangkat kaki ke arah lawan bicara;
  8. Makan sendirian tanpa menawari orang yang diajak bicara.

Kesimpulannya : Sikap orang lain kepada anda bergantung pada bagaimana anda memperlakukan diri anda dihadapan orang lain. Anda sopan kamipun segan. Anda jual, kami beli.  Semoga bermanfaat. (rck)





Pemimpin adalah Pelayan

22 01 2008

Di hari yang sangat dingin menggigit di Pensylvania, satu regu serdadu Amerika yang dipimpin oleh seorang kopral membangun benteng kayu di sepanjang tepi jalan. Dengan congkaknya sang kopral memerintah seenaknya kepada prajurutnya : “Angkat kayu itu kesana!” , “Cepat dengan tanganmu! Dorong lebih kuat! Lebih kuat! Angkat kayu itu!” Anggota pasukan itu berusaha mendorong kayu besar ke atas  benteng. Tetapi sebelum mereka berhasil menempatkan kayu pada tempat yang seharusnya, tenaga para serdadu itu habis bahkan kaki mereka terpeleset ke dalam es dan salju. Kayu itupun jatuh kembali ke tanah. Jika ada tambahan satu orang serdadu lagi, usaha itu akan berbeda. Akan tetapi, satu-satunya serdadu yang tersisa hanya tinggal si kopral itu sendiri yang sedang asyik memerintah anak buahnya. Kopral itu hanya asyik memaki dan memerintah kepada anak buahnya untuk mencoba lagi. Ketika para serdadu bersiap mencoba sekali lagi, seorang pria muncul dari hutan. Tanpa diketahui kopral dan serdadu, pria asing itu memperhatikan dari dalam hutan selama beberapa menit. Perawakannya yang tinggi bersembunyi dibalik jas dan selendang. Dia berkata : “Mari saya bantu”, katanya. Dengan tambahan tenaga orang asing itu, teriakan dan ancaman sang kopral, para serdadu berhasil mengangkat kayu ke atas benteng dan menempatkannya ditempat yang disediakan. Ketika pekerjaan itu selesai, orang asing itu menghampiri sang kopral. “Mengapa anda tidak membantu pasukan Anda menempatkan kayu pada tempatnya? katanya, “Seperti yang anda lihat, apa yang mereka perlukan adalah tenaga satu orang lagi untuk menyelesaikan tugas mereka. Seharusnya anda membantunya.” “Saya?! Mengangkat  kayu?!” teriak kopral itu. “itu pekerjaan prajurit! Tidakkah anda melihat saya ini seorang kopral?!” “Oh, maafkan saya, Pak!” ujar orang asing itu sambil membuka jas tebal dan selendang yang menutupi wajahnya. “Saya tidak mengetahui kalau Anda orang sepenting itu!. Saya hanya seorang panglima. Saya, George Washington, siap bertugas kopral. Lain kali apabila prajurit anda mengangkat kayu yang lebih berat, dan Anda tidak ingin mengotori tangan Anda, perintahkan saya, dan saya akan datang mengerjakannya sendiri.” Bagaimana kira-kira respon sang kopral mendengar dan melihat jawaban orang asing yang tidak dikenalnya itu?…. so pasti kaget, malu, dan merasa bersalah setengah mati.  

Sampai sekarang saya masih memegang ucapan salah seorang ustadz dari Bogor, yang pada tahun 1998 pernah  dicalonkan oleh Partai Dakwah sebagai calon presiden RI. Saat itu saya sedang menonton acara TV, liputan debat calon presiden RI versi BEM UI di balairung UI. Hadir pada acara itu beberapa calon presiden dari partainya masing-masing. Salah satu yang saya ingat ada Amien Rais dari PAN, dan Ustadz Didin Hafidhudin – pendatang baru dipentas politik yang dicalonkan oleh Partai Keadilan sebagai calon presiden RI. Salah satu panelis bertanya kepada ustadz tentang konsep amanah pemimpin negara kalau saya tidak salah. Ustadz menjawab dengan jawaban sederhana yang bijaksana:

Hakikatnya seorang pemimpin itu adalah pelayan. Pemimpin negara yang baik adalah pelayan yang baik bagi rakyatnya.”

 Sampai sekarang saya meyakini jawaban tersebut sebagai pengertian tentang hakikat pemimpin sesungguhnya. Bahwa pemimpin yang buruk adalah orang yang berlaga sebagai orang besar dengan keangkuhannya meminta agar dilayani oleh orang yang dipimpinnya. Akan tetapi pemimpin yang baik adalah orang besar yang dengan kerendahan hatinya bersedia berkorban, berjuang bersama-sama dan melayani orang yang dipimpinnya. Jadi ada berapa banyakkah pemimpin yang baik di negara kita saat ini, dibanding dengan jumlah pemimpin yang buruk?. (rck)  





Manusia Makhluk Materi

21 01 2008

Ada pembelajaran bagus untuk kita ambil dari momen Pilkada. Pada saat dilaksanakannya kampanye secara terbuka, setiap kandidat saling berlomba-lomba memperkenalkan diri dan program yang akan dilaksanakan jika terpilih nanti. Salah satu yang cukup menyita perhatian adalah, cukup mencoloknya persaingan dalam hal publikasi dalam bentuk poster; spanduk, dan baliho. Karena asumsinya : Semakin besar dan banyak jenis publikasi yang dimiliki oleh calon kandidat, semakin besar popularitas calon dimata pemilih. Maka tidak heran jika besarnya uang yang dikeluarkan oleh kandidat untuk mempubilkasikan dirinya, tidak tanggung-tanggung besarnya. Besarnya biaya tidak hanya untuk pembuatan alat peraga, tetapi juga untuk alokasi faktor lain (seperti : biaya pasang dan keamanan) yang cukup besar pula jumlahnya. Salah satu kasus yang cukup sensitif dan ramai didekat rumah saya, ada salah satu kandidat yang memasang Baliho berukuran 3×4 meter didepan tempat parkir pertokoaan dekat jalan raya. Ada oknum masyarakat yang mengaku sebagai ‘orang keamanan’ yang meminta biaya keamanan baliho kepada tim sukses, sebesar lima juta rupiah. Padahal dalam waktu kampanye terbuka, setiap kandidat diijinkan memasang alat peraga ditempat umum yang diperbolehkan tanpa membayar retribusi/pajak kepada Pemda. Yang cukup membuat miris adalah, biaya pembuatan balihonya saja tidak lebih dari seperlima biaya oknum keamanan. Sampai oknum tersebut bilang : “ Jangan maju jadi walikota, kalau tidak siap bagi-bagi duit !”, dan ternyata pemahaman banyak masyarakat awam kita seperti itu pula. Ada uang abang disayang, kalau tidak ada uang abang dibuang.

Bagaimana momen Pilkada atau Pemilu dapat menjadi pembelajaran kehidupan berdemokrasi, kalau sebagian besar masyarakat kita menilai semua kegiatan kampanye dengan uang. Sampai untuk menggunakan hak pilih yang hanya dimiliki oleh setiap warga dengan rahasia, bisa dibeli dengan uang. Pantas saja jika yang namanya money politic sulit untuk diberantas. Karena dimasyarakat kita berlaku hukum ekonomi : jika ada permintaan, maka ada penjualan. Pesan moral : Ambil uangnya, jangan pilih orang yang memberi.

Pada hakikatnya manusia memang makhluk yang tidak dapat dipisahkan dari sisi materi. Baik itu secara jasad (fisik) maupun materi kebutuhan hidup (sandang, pangan, dan papan). Dan ukuran yang paling mudah untuk menilai besarnya jasa seseorang adalah dengan ukuran besarnya balasan materi yang akan didapatkan. Yang menjadi permasalahan bukan karena orientasi manusia pada materi. Menurut saya, yang tidak pada tempatnya adalah salahnya kita untuk menyikapi cara mendapatkan hasil materi. Banyak dari kita yang masih saja menggunakan prinsip ekonomi yang bagi saya bisa menyesatkan : dengan pengorbanan sekecil-kecilnya dapat hasil sebesar-besarnya. Justru pada prakteknya dilapangan, prinsip ini menimbulkan masalah, berapa banyak orang yang minim kerjanya, atau bahkan tidak ada upaya sama sekali, tetapi ingin dapat penghargaan seperti orang berprestasi yang telah bekerja keras. Sehingga keluar pernyataan yang sering dipakai untuk oknum anggota dewan atau pegawai pemerintah dengan julukan : makan gaji buta. Tidak cukup dengan makan gaji buta, tambah lagi dengan makan uang negara.

Penyikapan yang benar seperti pesan salah satu motivator bisnis terkemuka di Indonesia :
“ Terima dengan ikhlas semua yang kita dapatkan dari hasil jerih payah kita, dan pastikan bahwa jika saatnya tiba nanti kita mendapatkan hasil yang layak, kita pasti ada disana.” . Kesimpulannya : biarkan Allah Swt, dan orang-orang beriman yang akan menilai hasil kerja dari amal kita. Dan ikhlaskan dari hati kita agar mendapatkan balasan yang tiada gantinya dari Allah Swt. (rck)





TIPS & TRIK SEHAT ALA RASUL

17 01 2008

Kesehatan selain merupakan nikmat ALLAH yang diberikan kepada hambaNya , juga merupakan salah satu kebutuhan yang sangat penting bagi manusia.Tanpa adanya kesehatan mustahil bagi kita untuk melaksanakan tugas kita sebagai hamba Allah, dan yang terpenting dalam melaksanakan ibadah kepada ALLAH. Sebagai Qudwah hasanah, Rasulullah SAW senantiasa memberikan contoh terbaik untuk kita semua, ummatnya. Begitupun dalam masalah kesehatan . Selama hayatnya Rasulullah SAW hanya dua kali mengalami sakit (Hayatu Muhammad, Dr. Haikal Pasya). Pertama beliau pernah mengalami sakit kepala ketika kembali dari makam pahlawan di Baqi’, dan Kedua, beliau pernah menderita sukar tidur dan demam panas beberapa hari sebelum wafat.
Walaupun hanya dua kali sakit, rasulullah sendiri masih tergolong manusia yang sangat sehat lahir-batin dikarenakan sangat peduli dalam kesehatan, adapun beberapa faktor yang menyebabkan seperti yang beliau contohkan adalah :

 Selalu bangun sebelum shubuh
Sebagaimana Rasulullah bersabda,”Shalat Shubuh tepat pada waktunya lebih baik daripada dunia dan seluruh isinya.”(Al Hadist). Adapun keuntungan yang dimaksud adalah badan sehat, otak cerdas, penghidupan yang lapang serta mendapat kebaikan dunia dan akhirat.

 Aktif menjaga kebersihan
Beliau senantiasa menjaga pakaiannya tetap bersih dan rapih, tak pernah ada bintik-bintik hitam atau kuning pada serbannya, sedang gamisnya selalu bersih, walaupun beliau hanya tak lebih memiliki dua salinan. Beliau menganjurkan untuk menjaga kesehatan gigi, beliau bersabda,”Gosoklah gigimu berulang-ulang, sebab hal itu membersihkan mulut dan disukai ALLAH.”, karena kebersihan merupakan sebagian dari Iman.

 Tak pernah makan banyak
Sebagaimana sabdanya,”Kami adalah kaum yang tidak akan makan sebelum merasa lapar dan bila kami makan tidak penah kekenyangan.”, Sekali setahun Umat Islam diwajibkan berpuasa bukan hanya untuk mencapai ketakwaan, tetapi juga sebagaimana sabda Rasulullah,”Berpuasalah kamu supaya sehat tubuhmu.”(HR. Buchari).

 Gemar berjalan kaki
Insya Allah banyak manfaatnya, Rasulullah mencontohkan beliau berjalan kaki mengunjungi Baqi’ sekitar tiga kilometer dari pusat Madinah, baik pada waktu panas terik maupun malam. Beliau tidak suka hidup manja.

 Tidak pemarah
Siapa yang tidak pemarah, hatinya akan tentram. Sebab itu, siapa yang ingin nasihat, hendaklah meneladani Rasulullah, Jika rasa marah timbul, segera dihilangkan dengan:
• Mengubah gerakan, jika marah ketika berdiri hendaklah langsung duduk
• Segeralah berwudhu
• Megerjakan shalat sunnah dua rakaat

 Selalu bersikap optimis dan tak pernah putus asa
Betapa hebat kesulitan yang dialami Rasulullah ketika memulai da’wah di Makah. Ditengah-tengah kesulitan yang kian membelit, pada tiga tahun pertama, beliau hanya berhasil memperoleh 13 orang pengikut, namun beliau tetap optimis.

 Tak pernah Iri Hati
Kita sebagai umat Islam hanya diperbolehkan bersikap iri, dalam dua hal, sabda Rasul,”Tak boleh bersikap iri kecuali dalam dua hal. Pertama, terhadap orang yang memiliki kekayaan dan dipergunakan kekayaan itu untuk menegakkan yang haq. Kedua, terhadap orang yang memiliki pengetahuan dan rajin menyebarkan pengetahuannya kepada orang banyak.”(HR. Buchari).





Ayo Berantas Kemiskinan !!!

16 01 2008

Kisah sedih di hari Jum’at. Setelah sholat jum’at pekan kemarin, musholla dekat rumah didatangi seorang pemuda dewasa yang berlagak seperti dan ternyata memang maling. Orang asing itu mencoba membongkar kotak amal yang isinya uang sejumlah enam puluh ribu rupiah. Karena sulitnya untuk merusak gembok yang mengunci kotak amal tersebut, lalu ia berusaha mengambil jam dinding. Tidak sampai jam dinding musholla diambil, datanglah marbot musholla tidak disengaja masuk ingin ke kamar mandi musholla. Betapa kagetnya marbot musholla memergoki ada orang asing didalam musholla, padahal seharusnya tidak ada sholat setelah sholat jumat bagi laki-laki setelah bubaran. Orang asing itu terlihat dengan gelagat mencurigakan berusaha untuk sembunyi. Langsung saja dengan spontan, marbot musholla teriak “ngapai loe di dalem?!”, tidak pakai lama orang asing itu langsung kabur berusaha lari lewat jendela yang telah dicongkelnya. Dan terus lari, dikejar marbot musholla sambil berteriak “Maling !!!”. Sungguh malang nasib orang asing itu lari tanpa membawa hasil, malah kepergok dan ketangkap polisi yang kebetulan sedang patroli, plus berikut hantaman dan pukulan massa yang berusaha menangkap dan menghakimi orang asing itu. Sudah bisa ditebak, bagaimana rumusnya : ada orang asing ketangkap (+) dipukuli massa (+) dibawa ke kantor polisi (=) babak belur. Pengurus musholla dan warga tidak habis pikir, orang jaman sekarang banyak yang berpikir pendek mengambil jalan pintas untuk mendapatkan uang. Yang tertangkap adalah pemuda dewasa yang secara penampilan rapih dan bertubuh besar gagah, tetapi nekat mengambil resiko yang begitu besar, hanya untuk mendapatkan uang di kotak amal yang tidak seberapa jumlahnya. Mengapa tidak mencari pekerjaan lain yang halal, mengapa harus menjadi maling ?. Walaupun pada faktanya : dari dulu yang namanya sendal jepit saja bisa hilang karena ada malingnya, apalagi kotak amal. Sampai keluar slogan : “Jangan tukarkan iman anda dengan sepasang sandal”. AstaghfirulLah betapa menyedihkan kondisi ummat ini : Obral iman…. obral iman…. siapa mau ?

Kisahnya tidak berhenti sampai disitu. Maling itu dibawa polisi, beserta ketua dan marbot musholla sebagai saksi, plus kotak amal sebagai barang bukti. Akhirnya kotak amal tidak jadi dibawa, cukup difoto untuk jadi bukti. Dari pihak musholla berharap setelah maling itu dibawa ke kantor polisi masalah dapat tuntas, setidaknya untung bagi warga, salah satu pelaku kejahatan berhasil ditangkap. Ternyata tidak seindah yang diharapkan, uang kotak amal sejumlah Rp 60.000,-an berhasil diselamatkan, tapi uang pengurus musholla justru harus keluar sebesar Rp 125.000,- karena kejadian usaha pencurian tersebut. Rinciannya : Rp 100.000,- diminta polisi untuk administrasi laporan pencurian, Rp 25.000,- untuk ongkos perjalanan pengurus musholla ke kantor polisi. Kesimpulannya : bukannya untung malah buntung. AstaghfirulLah al ‘adzim.

3d0561.gifPelaku maling buntung ketangkap polisi, pengurus musholla buntung uangnya terpakai lebih besar dari yang hampir hilang, polisi untung atau buntung ya ?……, tapi yang jelas polisi sudah lama buntung karena untuk memenjarakan penjahat saja tidak punya uang yang cukup untuk memberi makan penjahat dan mencukupi biaya administrasi (prasangka tidak berdosa.. he..he..he…). Pak polisi ngomong sama malingnya : gak punya otak ngambil barang milik Tuhan.., tapi dalam hati saya mau ngomong juga sama Pak polisi : gak punya perasaan minta uang sama pengurus tempat ibadah Tuhan. Kuacian deh semuanya….. korban ironi negeri ini. Yang penting ingat pesan bang Napi : ” Waspadalah !!!….. waspadalah !!!…”

PR buat pembelajar sejati : Ayo kita berantas kemiskinan yang telah banyak menyengsarakan ummat : miskin iman, miskin harta, miskin rasa malu, miskin nyali, dan anak-cucu miskin lainnya !!!. Tangan diatas lebih baik daripada tangan dibawah “(rck)





Seperti Baru Belajar Berorganisasi

16 01 2008

Dalam sebuah rapat koordinasi departemen, ada salah seorang peserta rapat yang berpendapat , “Waduh males niih ngadain kegiatan, gara-gara koordinator departemen menghilang setelah menikah, kita jadi seperti anak ayam kehilangan induknya”. Dalam hati yang mimpin rapat bilang, rasanya ingin ditendang aja itu orang, karena tidak tahan melihat orang yang tidak punya motivasi kerja di organisasi. Sudah begitu, tidak ada satu orangpun staf di departemen yang berani dan mau menggantikan walau hanya sementara koordinator departemen yang tiba-tiba menghilang tidak ada kabarnya setelah menikah. Pusing jadinya ketua organisasi itu dibuatnya. Belum lagi harus memikirkan solusi masalah administrasi, koordinasi, dan segudang masalah lainnya. Capek deeh…

Ketemu ada 2 masalah niih yang harus diatasi dari studi kasus diatas. Yang pertama : masalah budaya kerja tim yang ‘manja’ : staf sangat ketergantungan dengan pimpinannya. Gejala yang muncul adalah tidak adanya inisiatif dan kreatifitas dari staf untuk proaktif memajukan tim organisasi, keitka pimpinannya absen. Masalah yang kedua : banyak teman-teman kita yang sebetulnya Allah takdirkan sebagai orang besar : punya kemampuan dan bisa mengemban amanah, tapi malu-malu kucing untuk maju belajar menjadi pemimpin. Bagaimana bisa mencetak calon-calon pemimpin masa depan bangsa, kalau untuk memimpin bagian kecil dari organisasi saja tidak berani.

Belajar bagaimana budaya kerja tim di negara Jepang. Kebersamaan merupakan nilai sakral dalam sebuah organisasi. Bagaimana bentuk kedekatan antara atasan dan bawahan begitu terlihat, ketika mendapatkan kesuksesan seorang atasan tidak pernah lupa untuk berbagi dengan bawahannya. Seperti acara pesta makan bersama adalah suatu yang lumrah dan membudaya disana. Tidak hanya kesulitan saja yang dibagi, tetapi juga kebahagianpun dibagi bersama. Jika tim mencapai target keberhasilan, seorang pemimpin akan malu jika ucapan selamat kesuksesan itu dialamatkan kepadanya, karena pemimpin tim itu sadar bahwa sukses adalah hasil jerih payah bersama bawahannya. Oleh karenanya untuk mengatasi masalah budaya kerja tim : kita semua perlu untuk belajar menerapkan kebersamaan dalam tim, tidak hanya urusan kerja saja, tapi hal yang sepele seperti traktir makan atau menghadiri undangan adalah sesuatu yang tidak kalah pentingnya dengan menghadiri rapat. Pantas kalau banyak teman-teman kita yang enggan datang memenuhi undangan rapat, karena isinya kering dari nuansa persaudaraan, tidak ada suasana keakraban. Yang ada : tidak hadir tanpa alasan : sangsi. Yang terjadi akhirnya : peraturan dibuat untuk dilanggar, koleksi banyak-banyak sangsi yang tinggal sangsi.

Untuk masalah malu-malu kucing, solusinya mudah saja bisa dilihat di ulasan bahasan inspirasi sebelumnya tentang menjadi orang besar. Kesimpulannya : Jangan sia-siakan amanah yang kita emban sekarang, karena ada segudang pembelajaran untuk kita agar setahap demi setahap menjadi orang besar yang sukses. Ingatlah bahwa : kesuksesan besar dibangun dari anak-anak tangga kesuksesan kecil yang membangunnya. Ambisi perlu tapi jangan sampai jadi ambisius. Jangan seperti orang-orang yang mau maju di Pilkada cuma modal nafsu harta dan gandrung popularitas. Na’udzubilLah min dzalik. (rck)





Sindrom kere-aktif

11 01 2008

Merasa jenuh beraktivitas harian. Setiap hari yang terasa sama saja. Bangun tidur sampai tidur lagi, terasa monoton, tidak ada suasana baru. Atau anda berada di suatu lingkungan kerja atau organisasi yang isinya seperti robot. Bergerak dan bertindak selalu reaksioner, kaku, dan pasif. Jika anda mengalami seperti yang saya gambarkan tersebut, hati-hati kalau anda sedang mengalami sindrom kere-aktif. Apa itu sindrom kere-aktif ?.  Sindrom itu adalah salah satu penyakit paling mematikan yang mengancam bagi kehidupan sukses dan bahagia setiap orang. Sindrom itu adalah lawan dari sifat atau karakter KREATIF. Kalau dalam kamus Islam, istilahnya dinamakan Jumud. Salah satu turunannya itu : taklid dalam beramal tanpa didasari argumen atau dalil yang kuat. Hati-hati pula ternyata sindrom penyakit ini : sangat menular. Lihat kanan-kiri dan depan-belakang anda, apakah ada orang yang mengalami sindrom tersebut ?. Jika ada segeralah mengambil sedikitnya : dua tindakan. Pertama berusaha menjauh darinya, tapi sayangnya salah satu pakem hidup seorang pembelajar sejati adalah pantang untuk lari dari masalah. Yang kedua : keep care our self and trying to cure our environmnet, ini dia yang lebih sangat saya sarankan untuk dilakukan.

 

Why… ?

Pada dasaranya setiap orang bergerak , bertindak dan berubah disebabkan karena dua hal (ceramah dari Ustadz B.S. Wibowo – Trustco):

1. Motivasi dari dalam : bagi orang Islam tentunya karena : iman.
2. Motif dari luar : kehidupan sosial.

 

How….?

Berikut beberapa tips yang dapat kita lakukan untuk menyembuhkan sindrom penyakit kere-aktif yang sangat menular itu :

1. Belajar untuk menjadi inovator yang terbaik. Belajarlah jadi seorang pionir atau perintis perubahan.

2. Ubah kebiasaan dan citra diri anda. Orang melihat kita dari apa yang kita pikirkan tentang diri kita. Maka jika ingin dilihat atau dipandang baik oleh orang lain. Maka mulailah untuk merubah frame berpikir kita seperti yang kita inginkan, dan terus melakukan perbaikan menuju ke arah yang ideal kita inginkan. Intinya jangan takut untuk melakukan perubahan. Dan semuanya berawal dari diri kita.

3. Terima perubahan dan tantangan suatu masalah dengan tangan terbuka. Ingat salah satu pakem pembelajar sejati : bukan lari dari masalah, melainkan mencari-cari masalah (positif) untuk lebih maju dan sukses.

4. Terapkan ide-ide pada setiap sudut kehidupan. Pertama coba jalan lain yang dapat dilakukan. Kedua hasilkan masalah, konsep, solusi atau ide yang inovatif. Kembangkan sifat humor, dengan catatan jangan sampai berlebihan karena dapat mematikan sensitifitas hati kita. Peka terhadap semua kesempatan atau peluan baik yang datang dihadapan kita.

5. Milikilah selalu rasa ingin tahu dan jadilah seorang pengamat. Karena ilmu berawal dari rasa ingin tahu terhadap sesuatu. Dan ilmu itu dapat kita peroleh tidak hanya dari buku atau ajaran seseorang. Tetapi dari semua yang kita lihat, dengar dan rasakan dengan panca indera kita, semuanya menjadi pengalaman untuk memperkaya khazanah kelimuan kita. Setelah kita memiliki simpanan ilmu, maka kita akan dapat bebas melakukan kreatifitas.

6. Pelajari tentang inovasi , perubahan dan kreatifitas. Belajar bagaimana orang-orang atau institusi sukses melakukan perubahan , inovasi dan kreatifitas.

7. Bertanyalah mengapa, apa, yang mana, di mana, kapan, siapa, bagaimana, apabila . Kita mendapatkan solusi dari bertanya. Maka jangan sungkan-sungkan untuk bertanya.

8. Kembangkan daya berpikir reflektif. Terus bergerak maju dan memperluas dalam cara kita memikirkan tentang sesuatu. Tidak hanya dari satu macam cara.

9. Bangun dasar  pengetahuan dan intuisi anda dengan membaca. Membaca tetap penting dan penting lagi. Jangan malas untuk membaca!. (rck)





Menjadi Orang Besar

7 01 2008

Fenomena lain dari istilah orang besar. Cerita tentang orang yang selalu sibuk bahkan bisa dibilang mencari-cari kesibukan sendiri. Dimana pada umumnya orang lain berusaha untuk meninggalkan rutinitas kesibukannya mencari nafkah, dengan cara berhibur atau rekreasi diakhir pekan saat libur. Justru ada sebagian kecil orang diwaktu yang sama tidak kalah, bahkan jauh lebih sibuk dibanding waktunya mencari nafkah. Itulah gambaran fenomena orang besar. Istirahatnya adalah kenikmatan dalam merasakan pahit getirnya perjuangan. Menilai dunia ini dengan harga yang sedikit. Berharap lebih banyak pada apa yang tersembunyi setelah kehidupan didunia.

Apanya yang besar?. Kalau badannya yang besar kita sebut orang kegemukan atau obesitas. Kalau bicaranya yang besar kita sebut ia seorang pembohong. Tapi kalau pekerjaannya yang besar, maka pantas kita sebut ia sebagai orang besar. Boleh jadi dalam ukuran fisik tergolong orang yang kecil, pendek dan kurus. Atau lebih banyak diamnya, dibanding bicara yang hanya seperlunya saja. Akan tetapi ia adalah orang yang memiliki cita-cita (visi) dan berjiwa besar. Pantaslah kalau Imam Ibnul Qayyim al Jauziyyah pernah berkata :

” Wahai orang yang bersemangat banci!, ketahuilah yang paling lemah dipapan catur adalah bidak. Namun jika ia bangkit, ia bisa berubah menjadi menteri. “

Bagi yang ingin atau menjadi orang besar, setiap dalam berdo’a isinya bukan meminta diberikan oleh-Nya kemudahan, tetapi berdo’a agar diberikan kekuatan. Karena kemudahan atau keringanan adalah bahasa bagi orang yang lemah dan tidak berdaya. Berbeda dengan orang besar,yang identik dengan bahasanya orang kuat. Karena yang akan dihadapi sehari-hari oleh orang besar adalah masalah dan tantangan besar. Mengutip pesan dari seorang leader nasional MLM kepada downlinenya : ” Kita hidup pasti akan menghadapi masalah. Jadi jangan lari dari masalah, tapi justru carilah masalah. Karena dengan adanya masalah, kita mendapatkan solusi untuk hidup. Masalah gaji kecil dengan tanggungan beban keluarga yang banyak, memotivasi kita untuk mencari solusi alternatif penghasilan. Maka jangan malu kalau sampai diledek, atau ditolak ketika memang harus jualan.” Pelajaran yang dapat diambil : siapapun tak akan ada yang menolak ingin mendapatkan bonus dan keuntungan yang berlipat ganda sebagaimana yang dijanjikan dalam marketing plan MLM. Tetapi sebagaimana sunnatulLah yang berlaku, semua itu harus didapatkan dengan perjuangan dan pengorbanan mengalahkan perasaan-perasaan negatif yang ada didalam pikiran. No Pain No Gain

Yang dibutuhkan oleh orang besar adalah kekuatan untuk menghadapi masalah dan tantangan besar dihadapannya. Rasa lelah, takut, malu, bahkan sedih adalah bumbu penyedap dalam menjalani kehidupan sebagai orang besar. Dengan bekal kekuatan : sabar; semangat; optimis; ikhlas dan komitmen dapat membunuh semua musuh yang menghalangi cita-cita besar.(rck)

Beberapa kutipan perkataan dari buku yang menjadi inspirasi bergerak bagi penulis, dari “Kepada Aktifis Muslim” – DR. Najih Ibrahim :

Apabila jiwa-jiwa itu besar maka, jasad akan lelah memenuhi keinginannya.”

Wahai orang yang meminang bidadari surga tetapi tidak memiliki ’sepeser’pun semangat, jangan Anda bermimpi, jangan Anda bermimpi! Telah sirna manisnya masa muda dan yang tersisa tinggallah pahitnya penyesalan.”

Semangatku adalah semangat para raja, jiwaku adalah…jiwa yang merdeka, yang memandang kehinaan adalah kekafiran.” (Imam Syafi’i)





Proaktif mengejar kebaikan

4 01 2008

success.jpg

Setelah bangun dari tidur apa yang terbayang dalam pikiran kita ?. Kembali tidur pulas-kembali bermimpi indah. Padahal mimpi indah yang kita temui dalam mimpi tak akan terwujud tanpa adanya amal nyata. Maka awalilah hari dengan sesuatu yang baik…., maka akan menjadi kebaikan untuk seisi penuh hari. Pernahkah kita merenung mengapa teladan ummat manusia nomor wahid sedunia dan sepanjang masa, mengajari kita untuk mengawali hari kita selepas menikmati tidur bukan dengan aktivitas keduniaan ‘an sich‘, tetapi dengan aktivitas ibadah vertikal (bangun di dini hari untuk menegakkan tulang punggung menjauh dari ranjang tempat tidur, rukuk dan sujud teriring dengan do’a merendahkan diri dihadapan-Nya). Begitupula setelah berakitivitas seharian, diakhiri dengan ibadah vertikal dan introspeksi internal. Begitulah gambaran hidup manusia teladan yang berkualitas dunia dan akhirat.

Menjelang tidur sempat nonton acara Mario Teguh – Business Art di O Channel. Lupa tentang apa temanya, yang jelas ada pelajaran penting cukup lumayan menjadi bekal untuk pengetahuan dan motivasi hidup dikemudian hari. Salah satu pesan yang saya ingat adalah ” Speed is more important than quality “. Maksudnya : dalam hidup jangan terjebak pada penampilan luar atau latar belakang seseorang ketika berbicara tentang kesuksesan. Mario Teguh memberikan contoh : berapa banyak para pegawai atau karyawan perusahaan besar adalah orang-orang yang memiliki titel akademik, banyak dari mereka berasal dari lulusan perguruan tinggi ternama. Tetapi bekerja di perusahaan yang pemilik perusahaan besar tersebut, banyak diantaranya tidak pernah merasakan bangku kuliah bahkan sekolah saja tidak tuntas. Itu membuktikan bahwa kesuksesan bukan berasal dari titel atau tampilan luar, melainkan dari gerak cepat dan responsif yang dilakukan setiap orang untuk tanggap terhadap segala peluang kesuksesan. Siapa yang memiliki kecepatan paling tinggi dalam mengejar peluang maka dia adalah juara dalam perlombaaan ini.

Introspeksi buat kita hari ini : Ayam adalah hewan yang paling rajin bangun pagi, tapi coba lihat rezekinya yang telah Allah berikan ternyata berlimpah (karena sifat rajinnya). Berapa banyak telur yang dihasilkan , dagingnya yang kita makan, telah dirasakan manfaatnya begitu banyak oleh manusia. Paling banyak dibanding hewan lainnya. Semoga menjadi pembelajaran buat kita semua, kalau ayam saja bisa sukses bermanfaat banyak bagi manusia, apalagi manusia yang telah dicipatakan sebagai pemimpin dimuka bumi ini. Masa kalah sama ayam !?. Kalah sama kecepatan ayam untuk bangun mengejar rezeki yang telah Allah berikan.(rck)

 

“Proaktif mengejar kebaikan !”





Kegagalan ternyata Hiburan

2 01 2008

Sepenggal dari kisah nyata : Pernah mengalami putus harapan karena ditolak calon ……… ?, tinggal bilang ama abang siapa yang berani nolak ?. Apa benar seorang “muslimah sholehah” lulusan kampus negeri ternama seleranya tinggi sampai tidak mau menikah sama ikhwan (tulang punggung dikeluarganya karena sudah mandiri secara ekonomi) yang cuma lulusan SMA ?. Sampai pakai cari-cari alasan menolak : karena orang tua ragu-ragu memberikan SIM (Surat Ijin Menikmati), karena kaitan sama pekerjaan tetap, atau alasan lainnya. Untungnya si Ikhwan cuma sakit hati gak sampai sakit gigi. Semangatnya tidak pupus karena ditolak lamarannya. Bagi dia kegagalan adalah hiburan…, soalnya setiap dia cerita ke sahabat-sahabatnya diiringi dengan senyuman dan canda tawa (mudah2an masih waras…., he..he..he…).

Kegagalan adalah penolong sekaligus menjadi guru pertama kita. Apa yang kita pelajari dari kegagalan ?,kita belajar secara GRATIS!, tentang pentingnya kesabaran, harapan, dan perjuangan. Bayi (balita) yang dalam masa pertumbuhan menjadi seorang anak, adalah contoh pembelajaran yang sangat baik. Dimulai dari bagaimana bayi yang belajar untuk tidur tengkurap, setelah bisa berlanjut belajar guling-guling, merayap dan merangkak, setelah bisa jalan merangkak berlanjut belajar duduk. Apakah berhenti sampai disitu?…, tentu tidak karena Allah Swt. telah memberikan ilham dan kesempatan yang sama bagi setiap bayi untuk belajar tumbuh dan berkembang, kecuali dengan kehendak-Nya. Lalu apalagi setelah bisa duduk?, mereka lanjut belajar untuk berdiri. Jatuh-bangun dibuatnya (saking dramatisnya), adalah makanan sehari-hari bagi balita yang mulai belajar untuk berdiri. Pernahkah terbayang kalau ada balita yang menyerah karena belum berhasil untuk berdiri ?…, jawabannya : bisa jadi pedagang sepatu dan sendal rugi karena jualannya tidak laku (karena banyak orang dewasa yang tidak bisa berjalan apalagi berdiri diatas kakinya sendiri) he..he..he…

Tapi pada kenyataanya setiap balita (sunnatulLah pada umumnya) pada tahap pertumbuhannya terus lanjut belajar sampai bisa berdiri, berjalan, melompat, hingga berlari. SubhanalLah itulah salah satu bukti kekuatan penolong yang Allah berikan kepada hamba-hamba-Nya. So…don’t ever give up my friend!.

Itulah ilustrasi tentang guru kehidupan pertama kita : belajar dari kegagalan. Kegagalah adalah kunci kesuksesan. Kesuksesan besar dibangun dari kesuksesan-kesuksesan kecil yang telah melalui berbagai kegagalan kecil dalam rentang perjalanannya. Ibarat dua sisi mata uang yang tak dapat terpisahkan : Kegagalan-Kesuksesan.

Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. “ (QS Al Insyiroh: 5-6 )

Sebagai catatan penting, yang perlu diketik Bold; Underline dan “Tanda Petik” : “Seorang pembelajar sejati pantang untuk jatuh dilubang yang sama dua kali“. Karena apa ?…, karena kegagalan itu pelajaran penting yang harus diambil hikmahnya, untuk jadi pedoman melihat masa depan. Bukan buat sekedar main-main, apalagi jadi bahan lelucon.

Terkadang kita sudah berpikir amazon duluan (saking buruk sangkanya lebih parah dari su’udzon, he..he…he..) ketika menghadapi kegagalan. Sampai-sampai mau gantung diri di pohon toge (na’dzubilLah,..btw emangnya bisa?). Percaya : bahwa dunia belum akan kiamat karena kegagalan yang kita hadapi. Mati satu tumbuh seribu…, ditolak sekali cari lagi…., cerai satu kawin lagi…, gitu aja repot!?.

What’s next ?… up to u

>Keep Smiling and Fighting !!!

>>coz Allah always with u

>>>Selamat datang kesuksesan !

(rck)