Cerita tentang kisah orang-orang yang gemar naik gunung. Untuk naik gunung (hiking) tidak sedikit modal yang harus keluar, karena cukup banyak dan jadi mahal perlengkapan yang harus disiapkan. Intinya banyak modal yang keluar untuk naik gunung, tapi apa seimbang dengan hasil yang didapatkan ?…. biarkan yang punya hobby naik gunung yang menjawab.
Tapi bukan itu maksud cerita ini. Jadi begini ceritanya, ternyata kalau kita lihat orang yang punya keinginan untuk menikmati keindahan gunung. Ternyata ada 3 kelompok/jenis orang yang memiliki cara berbeda untuk menikmati keindahan gunung.
Kelompok yang pertama, adalah orang-orang yang merasa cukup menikmati keindahan gunung dari bawah kaki gunung saja, tanpa harus mendaki keatas gunung. Seperti orang-orang punya hobby nginep di vila puncak kali yah?. Hanya modal bawa mobil dan punya duit buat bayar bensin, plus sewa vila…. jadi deh menikmati indahnya gunung.
Kelompok yang kedua, adalah orang-orang yang merasa gak jadi pemberani, kalau tidak merasakan bagaimana nikmatnya berlelah-lelahan mendaki gunung, walalupun tidak punya target sampai di ujung perjalanan. Asal sudah merasakan saja, dirasa cukup.
Kelompok yang ketiga, adalah orang-orang yang punya cita-cita tinggi setinggi gunung yang ingin didaki. Dia tidak akan berhenti sampai bisa merasakan nikmatnya berada di puncak gunung.
Kesimpulannya, orang yang naik gunung itu ibarat seperti motivasi orang didunia ini yang berbeda-beda untuk mengejar impian dan cita-cita. Anda ingin jadi yang mana ?… tinggal pilih. Tapi perlu di ingat bahwa : no pain no gain. Hasil berbanding dengan usaha. Selamat berjuang !!! (rck)
al-ikhwan
Izzudin al Qassam – HAMAS
rumah_sehat_herba
















Komentar Terakhir