Memiliki belum tentu menikmati

4 12 2007

Menjadi seorang pekerja… jangan hanya sekedar menjadi pekerja. Jadilah pekerja yang juga adalah seorang ‘pengusaha’. Terinspirasi dari sebuah judul buku “Tempatkan Dunia di Tanganmu , dan Surga di Hatimu”, menjadi pekerja murni ikhlas karena Allah, apapun yang dikerjakan akan terasa nikmat. Karena arah dan tujuan dari ‘amal yang dilakukan adalah sesuatu yang tak akan dapat tergantikan oleh kekayaan apapun juga yang ada dimuka bumi ini.
Betapa banyak orang kaya yang memiliki segala yang ia mau, tetapi ia sejatinya tidak menikmati apa-apa yang ia miliki. Bandingkan dengan seorang pekerja yang tidak memiliki banyak harta, akan tetapi ia menikmati apa-apa yang menjadi rezekinya, walaupun bukan menjadi miliknya. Tentu idealnya menjadi yang berpunya tapi juga menikmati. Akan tetapi setiap orang sudah memiliki garis kehidupannya masing-masing yang berbeda. So… enjoy aja !!!

oaktree.jpg

Aku tahu, rizkiku tak mungkin diambil orang lain. Karenanya, hatiku tenang.

Aku tahu, amal-amalku tak mungkin dilakukan orang lain. Maka aku sibukkan diriku untuk beramal.

Aku tahu, Allah selalu melihatku. Karenanya, aku malu bila Allah mendapatiku melakukan maksiat.

Aku tahu, kematian menantiku. Maka, aku persiapkan bekal untuk berjumpa dengan Rabbku.

(Hasan al-Bashri)