“People who never do any more than they’re paid to do, are never paid any more than they do.”

- Orang-orang yang tidak pernah bekerja lebih daripada apa yang dibayar adalah orang-orang yang tidak akan pernah dibayar lebih daripada apa yang mereka kerjakan

(Elbert Hubbard).

Suatu hari di sebuah hotel berbintang, terjadi dialog antara tamu hotel dan pelayan yang membersihkan wastafel kamar mandi saat tamu tersebut memenuhi keperluannya di kamar mandi hotel waktu tengah malam. Tamu hotel itu betapa terkejut dan kagumnya setelah memenuhi keperluannya didalam kamar mandi di sapa oleh sang pelayan hotel, “malam pak” dengan nada tersenyum kepada tamu tersebut. Kemudian sang pelayan hotel melakukan tugasnya membersihkan lantai dan wastafel yang baru selesai dipakai. Betapa kagumnya tamu tersebut kepada sikap si pelayan hotel itu, dengan bertanya ” Mengapa tengah malam seperti saat ini anda masih berkerja dan bersikap sangat baik kepada saya ?, apa untungnya bagi anda tetap bekerja disaat hampir semua karyawan dan mungkin atasan anda sedang tertidur” . Jawab si pelayan, ” Untungnya tidak saya rasakan langsung pak, tetapi jika semua tamu merasa nyaman berada di hotel kami, maka kelak dari kenyaman bapaklah hotel ini mendapatkan keuntungan yang juga akan dirasakan oleh semua karyawan hotel.

Kalau sudah bersemai bunga cinta maka akan lahir rasa memiliki, kalau sudah merasa memiliki maka akan tumbuh pengorbanan, dan jika pengorbanan itu tumbuh maka jalan menuju kesuksesan telah tampak jelas dan nyata dihadapan kita. Sejatinya jalan menuju kesuksesan tidak dengan mudahnya Allah berikan, karena hanya orang-orang terpilih yang akan menjadi JUARA melewati jalan tersebut.

Sehingga waktu menjadi relatif, balasan amal menjadi relatif, sakit menjadi relatif, sedangkan meraih kesuksesan adalah sesuatu yang mutlak. ” No Pain No Gain

Banyak dari kita memiliki cita-cita setinggi langit, tapi tak pernah mengukur apalagi mempersiapkan secara nyata langkah-langkah menuju ke sana. Yang ada adalah kita berjalan terseok-seok kecapaian ditengah jalan karena bekal perjalanan habis sebelum sampai di tujuan. My friend hidup itu gak cukup cuma modal angan-angan doank.

Menjadi seorang JUARA dituntut untuk memiliki komitmen dan konsistensi dalam berjalan menuju tujuan. Komitmen untuk senantiasa memperbaharui niat setiap saat, dan konsistensi untuk tetap bergerak dan beramal. Karena air yang tergenang adalah sumber penyakit, sedangkan air yang bergerak adalah sumber kehidupan yang akan banyak memiliki manfaat bagi lingkungan. RasululLah SAW tidak kurang sebanyak 70 kali dalam sehari semalam beristighfar untuk menghapus penyimpangan dan kelalaian niat dan amalnya, dan senantiasa mengucapkan Laa ilaha ilalLaah tuk membersihkan hati dari penyimpangan akidah. Begitupula dalam semua sendi kehidupan kita, tanpa memperbaharui diri, mustahil kita mampu dapat terus bertahan tuk meraih tujuan kesuksesan.

Orang-orang hebat yang menjadi JUARA sebenarnya hanyalah orang-orang biasa yang memiliki tekad yang luar biasa. Saat orang-orang disekeliling anda menyerah dan mundur, kertakkan gigi anda dan cobalah untuk menggali sedikit lebih dalam. Sukses diraih dan dipertahankan oleh mereka yang terus mencoba. Majulah, dan akuilah; hari ini anda mungkin belum mencapai apa yang anda inginkan, harapkan dan impikan. Salah satu kunci untuk mendapatkan impian anda adalah sebuah tekad untuk tidak pernah menyerah.

Ralph Waldo Emerson berkata, “Seseorang disebut pahlawan bukan karena ia lebih berani dari orang lain, tetapi karena ia berani bertahan sepuluh menit lebih lama.” Seorang atlit lari jarak jauh belajar untuk menjadi “terbiasa”. Ia akan terus berlari hingga kecapekan, tetapi ia tidak akan berhenti. Pelari biasa
akan menyerah. Tetapi, pelari jarak jauh tahu bahwa jika ia dapat menahan kesakitan itu sedikit lebih lama, ia akan menjadi “terbiasa”.

Ya ALLAH ampuni aku atas apa yang tidak mereka ketahui tentang diriku. Dan jadikanlah aku lebih baik dari apa yang mereka duga. “

WalLaahu musta’an

Jika mencinta janganlah berlebihan, begitupula dalam membenci…, karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi di waktu yang akan datang. Janganlah hidup dibawah bayang-bayang masa lalu.  Persahabatan dan persaudaraan adalah abadi jika dilandasi keikhlasan. Semoga Allah mempertemukanku dan saudara-saudara seperjuangan dalam waktu, kondisi, dan tempat yang lebih baik… tetap tersenyum dan terus berjuang li ‘ila li kalimatilLaah mardhotilLah !!!

Pesan perjuangan setelah memutar setir kendaraan perjuangan untuk yang kesekian kali….

Afwaminkum Lahir-Batin ikhwati filLaah…

al faqir RCK

Berbagi Ibroh (hikmah) setelah belajar menjadi seorang manajer SDM & operasional franchise warnet selama 3 bulan lamanya :

1. Mencari seorang pegawai yang jujur saja itu sulit, mencari pegawai yang jujur dan tanggung jawab lebih sulit, mencari pegawai yang jujur, tanggung jawab dan kompeten jauh lebih sulit, apalagi mencari pegawai yang jujur, tanggung jawab, kompeten di bidangnya, dan taat sama perintah agama…. bener2 sulit banget. Ada solusi….. ?

2. Seberapapun besar gaji atau honor seorang pegawai tidak akan pernah cukup, jika kerja tidak landasi dengan keIKHLASan.

3. Penuhi hak pegawai adalah lebih utama sebelum memenuhi hak seorang manajer. Karena setiap pemimpin akan diminta pertanggung-jawaban lebih dahulu sebelum anak buahnya.

4. Kesuksesan perusahaan adalah sukses semua, gagalnya perusahaan adalah tanggung jawab semua. So… tidak boleh ada yang saling lepas atau melemparkan tanggung jawab satu sama lain.

5. Selalu berdo’a untuk kebaikan semua orang, agar diberikan jalan yang terbaik untuk menuju kesuksesan. Dan selalu siap dengan semua skenario Allah Swt dalam menjawab do’a kita…., karena selalu yang terbaik untuk hamba-Nya :)

sesungguhnya Allah mencintai seseorang jika melakukan sesuatu dikerjakan dengan professional

Hak-hak pegawai dalam Islam

Jika Allah telah mewajibkan kepada pegawai untuk bekerja dengan cara yang itqon (professional) dan cakap di dalamnya; maka baginya memiliki hak, sehingga menjadikan dirinya memiliki kehidupan yang mulia, kokoh dan kuat. Dan diantara hak-haknya adalah:

1. Menghormati dan menghargai pegawai atau pekerja dengan cara yang baik; sesuai dengan arahan Al-Quran dalam memberikan perintah untuk berbuat baik pada seluruh manusia… Allah swt berfirman. Allah SWT berfirman:

وَقُوْلُوا لِلنَّاسِ حُسْنًا

“Dan sampaikanlah dengan ucapan kepada baik”

2. Memberikan kepada pegawai upah secara penuh dan tanpa dikurangi.. sesuai dengan kesepakatan sebelumnya; dari Abu Hurairah ra dari Nabi saw bersabda:

ثلاثة أنا خصمهم يوم القيامة: منهم رجل استأجر أجيرًا فاستوفى منه ولم يعطه أجره

“Tiga hal yang pada hari kiamat nanti saya akan menjadi penantangnya: seseorang yang mempekerjakan orang lain lalu dia menunaikan pekerjaannya dengan baik namun dia tidak memberikan upah secara penuh”.

3. Bersegera memberikan upah kepada pekerja… dan tidak menundanya sekalipun ada berbagai alasan dan sebab; dari Abdullah bin Umar ra berkata: Nabi saw bersabda:

أعطوا الأجير أجره قبل أن يجف عرقه

“Berikanlah upah kepada pegawai sebelum keringat mongering”.

4. Memberikan upah secara adil… sehingga dengannya dapat meningkatkan kemuliaan hidup, dan memenuhi kebutuhan makan dan minum, pakaian dan tempat tinggal yang layak, nabi saw bersabda:

إخوانكم خولكم، جعلهم الله تحت أيديكم؛ فمن كان أخوه تحت يده فليطعمه مما يأكل وليلبسه مما يلبس

“Saudara kalian adalah jaminan kalian, Allah menjadikannya berada ditangan kalian; maka barangsiapa yang saudaranya berada ditangannya maka hendaknya memberi makan dari apa yang dia makan dan memberi pakaian dari apa yang dia pakai”.

5. Tidak membebani pegawai dengan sesuatu yang tidak mampu dilakukan.. dan tidak memposisikannya pada pekerjaan yang berat yang tidak mampu dilaksanakan; dan jika kita ingin memberikan pekerjaan yang berat maka hendaknya kita membantunya dengan diri kita atau mencarikan orang lain untuk dapat membantunya; Rasulullah saw bersabda:

ولا تكلفوهم ما يغلبهم؛ فإن كلفتموهم فأعينوهم

“Dan janganlah kalian membebani mereka dengan apa yang mereka tidak sanggup, namun jika kalian terpaksa membebaninya maka bantulah mereka”.

6. Memberikan jaminan social… diantara hak bagi seorang pekerja atau pegawai adalah mendapatkan jaminan kesehatan dan hidup, apapun bentuknya, selama dirinya mampu melaksanakan kewajibannya, atau tidak sanggup menunaikan tugasnya oleh karena terpaksa atau sudah tua renta dan tidak mampu mengalahkannya, suatu kali Umar melintas pada seorang Yahudi yang meminta-minta, maka beliaupun mencelanya dan meminta diberikan penjelasan sebab dirinya melakukan hal tersebut, maka ketika ternyata kondisinya memang lemah, dirinya diberikan bantuan yang sesuai, dan kemudian dia berkata kepadanya: “Kami tidak boleh membiarkan kondisimu seperti ini, karena kami telah mengambil dari engkau jizyah pada saat kuat dan kemudian kami biarkan pada saat lemah, berikan kepadanya harta dari baitul maal sesuai dengan kecukupan dirinya”, tentunya hal tersebut diiringi dengan rasa cinta dan kasih sayang sesama manusia seluruhnya. (sumber : al ikhwan)

Belajar mencintai…. bukanlah pekerjaan yang mudah

Belajar menuntut keseriusan, menuntut kesungguhan, dan menuntut kesabaran….

Mencintai menuntut pengorbanan, menuntut pengertian, dan menuntut kasih sayang…..

Belajar mencintai semua yang telah Allah anugerahkan pada kita, terkadang menuntut mendapatkan lebih, tetapi sesungguhnya tak layak mendapatkan apapun karena tak sebanding dengan yang telah diberi. Semua rezeki sejatinya adalah nikmat sekaligus beban akhirat. Semua kelak akan dipertanggung-jawabkan.

lainsyakartum la azidannakum…, wa lain kafartum inna ‘adzaabi la syadid..

Percayalah bahwa tak ada yang sia-sia atas segala pengertian dan kesabarannya melewati semua bersama, walau dengan segala fitrah dan kondisi yang kurang… always together

Gak percuma punya istri yang berprofesi sebagai guru bimbingan konseling. Pikir saya setelah banyak sekali mendengar cerita tentang kehidupan anak-anak muridnya. Malam ini akumulasi cerita itu makin numpuk, saking numpuknya sampai bikin ngantuk dengernya..he..he.. :) . Tapi alhamdulillah ngantuk itu gak sia-sia, karena tercetus ide untuk di share dengan orang lain , so…. saya coba tuangkan di Weblog ini semoga bermanfaat bagi orang lain, dan khususnya menjadi dokumentasi pribadi.

Pagi ini tidak sengaja nonton acara tv infotainment (astaghfirulLah cukup sekali-kali aja cari hikmahnya…. khawatir dosa nonton ghibah), nonton kasusnya artis Rico Ceper yang pacaran dengan seorang gadis remaja berusia 16 tahun yang konflik dengan orang tuanya yg tidak merestui hubungan pacaran anaknya. Istri selesai menyaksikan liputan berita itu, berkomentar : ” begitulah akibat ekspektasi orang tua yang sangat besar pada anaknya yang pertama (sulung)”. Dan kasus itu nyambung sama obrolan santai kami berdua tentang banyak kasus anak-anak SDIT ditempat istri mengajar yang ternyata punya modus kasus sama, tapi varian yang berbeda.

Berikut beberapa kasus yang punya modus sama dengan kasus Rico Ceper (lebih tepatnya fokus pada masalah pacarnya “Achy”). Ternyata banyak kasus anak yang mengalami permasalahan di sekolah hingga dipanggil orang tuanya, yang sama adalah dialami oleh anak sulung di keluarganya. Lebih tepatnya pada masalah akhlaq perilaku si anak yang kurang baik, seperti suka ngamuk kalau marah, gengsi tidak mau meminta tolong dan bergaul dengan teman-temannya, tetapi anak itu tergolong anak yang pintar. Ada guru yang tidak sanggup menangani anak itu kalau sedang muncul “sakitnya”, jadi akhirnya guru BK harus turun tangan langsung. Dan yang unik ternyata “sakitnya” si anak itu bisa diredam kalau disikapi dengan cara yang benar. Kebanyakan masalah orang lain , termasuk guru dan orang tua salah bersikap pada si anak sehingga muncul masalah yang berkelanjutan. Masalah si anak itu sebetulnya sama dialami oleh semua anak baik sulung, tengah , atau bungsu. Hanya saja beberapa anak yang istimewa punya potensi muncul permasalahan akhlaq yang tidak baik dan ramah, karena pola asuh atau ekspektasi orang tua yang berlebih pada anak sulung. Sehingga si anak sulung berusaha melampiaskan rasa ketidak-cocokan dengan sikap orang tuanya kepada orang lain. Dan tentunya dengan caranya si anak sendiri, yang sering membuat heboh teman-teman dan orang lain disekitarnya.

Istimewanya setiap anak : karena dilahirkan unik

Introspeksi buat para orang tua bahwa anak itu butuh dimengerti, karena setiap anak itu unik, maka perlu di sikapi dengan cara yang unik pula sesuai karakter si anak. Jangan korbankan potensi besar yang dimilikinya dengan memaksakan kehendak orang tua yang bertentangan dengan keinginan anak. WalLaahu ‘alam.

(by : rck. source : Litawati siti Azizah, S.Psi - my wife )

Sembilan dari sepuluh rezeki itu terdapat dalam usaha berdagang dan sepersepuluhnya dalam usaha berternak.” (HR. Ibnu Manshuur)

Nabi Muhammad Saw., tanpa disadari oleh mayoritas ummatnya merupakan figur teladan terbaik dalam dunia bisnis yang sangat luar biasa. Beliau telha melakukan sebelum orang lain melakukannya. Dan yang sangat disayangkan, bahwa hanya sedikit ummatnya yang mengkaji bagaimana siroh Rasul dalam dunia bisnis (berdagang).

Prinsip Sukses Seorang Entrepreneur menurut Rhenald Kasali, yang terdapat dalam diri Rasul :

  1. Reputasi. Muhammad Saw sejak usia muda telah membangun reputasi sebagai orang yang terpercaya dengan personal brand al-Amin (Orang yang terpercaya). Beliau terkenal jujur , menepati janji, dan menghindari konflik. Karena terpercaya , beliau pernah dimintai pendapat oleh para pemuka Quraisy yang sedang berselisih paham tentang siapa yang paling berhak mengangkat hajar aswad. Beliau bisa memberikan solusi terbaik.
  2. Tumbuh dari bawah. Muhammad Saw adalah entrepreneur sejati yang memulai upaya magang (internship) sejak usia 12 tahun pada usaha pamannya. Pada usia 17 tahun, beliau mulai mandiri menjalankan usaha dagang kecil-kecilan di lingkungan kota Makkah. Beliau benar-benar tumbuh dari bawah dengan keadaan yang juga serba kurang.
  3. Konsentrasi. Muhammad Saw memutuskan karier sebagai pedagang sejak usia 17 tahun karena ingin meringankan beban keluarga pamannya. Beliau berkonsentrasi menjual pakaian danbarang kebutuhan lainnya yang dibeli di pasar, kemudian menjualnya kembali. Dari pengalaman ini , Muhammad Saw memiliki skill dan knowledge soal produk dan mutunya. Beliau memberikan added value (nilai tambah) dengan terobosan praktik berjualan yang menyenangkan banyak orang.
  4. Anti kerumunan. Muhammad Saw dalam prosesnya bertumbuh sebagai entrepreneur profesional, tahu benar bagaimana memenangkan pasar. Beliau melakukan apa yang orang tidak lakukan. Cara berdagang yang berorientasi pada konsumen merupakan cara berdagang yang tidak biasa diterapkan oleh bangsa arab.
  5. Modal hanya pelengkap. Muhammad Saw memulai modal dari nol karena awalnya hanya membantu usaha dagang pamannya. Dalam hal beliau memutuskan karier sebagai pedagang, beliau memulai dari modal pas-pasan. Cara berdagangnya menarik simpatik banyak orang. Kemudian datanglah banyak investor, yaitu janda-janda kaya dan anak yatim yang tidak sanggup mengelola dananya sendiri. Terjadilah kerja sama dengan sistem bagi hasil (mudharobah). rck

(Referensi : Muhammad SAW is a Great Entrepreneur. Muslim Kelana)

BarokalLaahulakuma wa baroka ‘alaika wa jama’a bainakuma fii khoir

Allah Swt, Maha tahu apa yang hamba-Nya butuhkan, karena tidak semua yang hamba-Nya inginkan dapat terwujud, tetapi Ia Maha Pemberi apa yang dibutuhkan oleh hamba-NYa. AlhamdulilLah… :)

Kasihan bener jadi orang miskin. Semua serba sulit, tidak punya kemampuan untuk menyesuaikan dengan tuntutan lingkungan. Ketika datang tuntutan kebutuhan hidup pribadi maupun keluarga, sudah dapat dipastikan tinggal pasrah dengan nasib. Karena biasanya salah satu sifat orang miskin itu berpikir jangka pendek, sulit untuk berpikir rencana dan target jangka panjang. Bahkan kalau ditanya apa sebetulnya kebutuhan hidup diri dia dan keluarga , juga bingung membedakan mana kebutuhan dan mana yang keinginan.

Tertegun dan empati melihat kondisi salah seorang tetangga yang tergolong keluarga muda dengan hidup yang serba kekurangan. Suaminya cuma kerja bantu2 jadi marbot musholla yang dapat honor 300rb/bulan, istrinya di rumah, dengan tanggungan anak 2 orang ( 3 dan 5 tahun). Sebelumnya si suami kerja juga jadi satpam komplek, tapi habis itu mengundurkan diri, dan sekarang lebih banyak nganggur dan cari pelarian main togel. Na’udzubillah rajin bantu2 musholla jadi muadzin dan sholat jamaah tapi main judi. Alasannya buat untung2an cari uang tambahan keluarga. Belum lama ini, istrinya jatuh sakit keras (Diabetes kronis dan liver, 2 penyakit yang saling kontradiktif pengobatannya) di bawa ke banyak rumah sakit tapi di tolak karena tingkat penyakitnya sudah parah, dan harus dibawa ke rumah sakit khusus dengan alat medis yang memadai. Karena kemampuan ekonomi yang sangat kurang, akhirnya masuk ke rumah sakit Polri. setelah sebelumnya mengurus surat keterangan keluarga miskin. Ternyata surat keterangan miskin itu betul-betul sangat ironis, yang pertama hanya berlaku untuk 3 hari dan harus terus diperpanjang selama sakit, kedua kalau belum sakit gak bisa dibuat, ketiga di rumah sakit berkeliaran calo surat keterangan miskin yang cari mangsa, keempat SKK miskin itu cuma bisa menutupi biaya inap saja, tapi biaya obat harus ditanggung pasien. Untuk nebus resep obat saja dalam 3 hari di rawat sudah habis 4juta-an. Ada kejadian yang sangat menyedihkan, betapa pelayanan kesehatan di rumah sakit di negeri ini sangat minim rasa kemanusiaannya. Si suami tetangga saya itu diminta menebus resep seharga 1,015 juta. tapi cuma punya uang 1juta saja di kantung, kurang 15ribu. Sama yang jaga di apotik Rumah sakit, ngotot tidak akan memberikan obat walaupun kurang 15ribu dengan ancaman kalau tidak ditebus semua, akan dipanggil polisi. AstaghfirulLah. Akhirnya ajal menjeput istrinya lebih dahulu, sehingga resep obat terakhir itu tidak jadi ditebus. Pulang membawa kesedihan yang sangat mendalam karena harus kehilangan seorang istri dan ibu bagi anak2nya yang masih kecil-kecil, serta dibayang-bayangi hutang jutaan untuk menutupi biaya obat selama dirawat.

Ada banyak sekali alasan untuk jadi orang kaya…., terus berjuang karena Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum, kalo kaum itu tidak merubah keadaan dirinya sendiri !!!

Sedih bercampur bahagia saat detik-detik serah terima amanah sebagai pembina Forum Pelajar Muslim Bekasi (FPMB) periode (2008-2009). Sedih karena bertambah lagi beban hisab yang kelak akan menghambat saya untuk mulus masuk surga-Nya, bercampur perasaan bahagia karena dapat membuktikan sendiri bahwa harapan itu masih ada, bagi negeri ini untuk dapat bangkit dari keterpurukan krisis multidimensi. Mengapa ???

Karena bangsa ini masih memiliki aset pemuda dan pemudi yang memiliki idealisme untuk melakukan perubahan. Perubahan dimulai dari diri sendiri, bersama dengan itu diaplikasikan kepada lingkungan sekitar. Selamat berjuang wahai pemuda-pemudi harapan ummat dan bangsa,  buktikan bahwa negeri ini  masih memiliki harapan untuk bangkit dan meraih kejayaannya… bersama cahaya Ilahi. Ditangan para pemudalah nasib  suatu bangsa dipertaruhkan di masa depan. (rck)

Next Page »